Dukung Inovasi dengan Regulasi Ramah

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 01:30 WIB Ekonomi
Dukung Inovasi dengan Regulasi Ramah

IMF/AFP/STEPHEN JAFFE

GELOMBANG inovasi yang berkembang dengan pesat harus disikapi secara ramah dan lembut dengan ruang keamanan yang memungkinkan masyarakat untuk terus berinovasi.

"Seperti 25 tahun yang lalu, kita tidak boleh terburu-buru untuk regulasi ini, tetapi kita harus biarkan mereka tumbuh lebih dulu. Jadi, kita harus sikapi gelombang inovasi dengan regulasi yang lembut dan ruangan keamanan untuk inovasi masyarakat," kata Presiden Joko Widodo saat membuka Seminar Bali Fintech Agenda di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, kemarin.

Presiden menambahkan bahwa inovasi mungkin saja gagal, tapi itulah eksperimen. Tanpa itu, imbuh Jokowi, tidak akan ada inovasi. Oleh karena itu, kata Presiden, akan sangat kontradiktif bila bicara inovasi, tetapi menghukum kegagalan secara berlebihan.

"Meski banyak regulasi lama, penetrasi internet sudah sangat besar selama 25 tahun terakhir. Kapasitas bandwith sudah meningkat pesat, sekarang istilahnya semua hal jadi viral. Apa arti ini semua? Artinya, regulasi yang terlalu mengekang di tingkat nasional akan memaksa konsumer menuju ranah internet yang tidak teregulasi. Akhirnya kita mendorong mereka semakin jauh dari ruang regulasi kita," tambah Presiden.

Presiden meminta agar regulasi di tingkat nasional tidak terlalu ketat karena hal itu hanya akan mendorong kegiatan ekonomi menjauh dari ruang siber.

"Kita nanti tidak hanya tidak bisa mengaturnya, tapi juga kehilangan potensinya," kata Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde memastikan peluncuran Bali Fintech Agenda dapat bermanfaat untuk mendorong pengembangan industri berbasis teknologi finansial yang sedang tumbuh pesat.

"Agenda ini bisa memberikan kerangka kerja bermanfaat bagi negara-negara untuk merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kondisi dan prioritas."

Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim juga mengatakan Bali Fintech Agenda bisa memberikan kerangka acuan untuk pemenuhan tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama bagi negara berpenghasilan menengah ke bawah yang sulit mendapatkan akses terhadap jasa keuangan.

IMF dan Bank Dunia meluncurkan Bali Fintech Agenda berisikan 12 elemen kebijakan untuk membantu negara-negara memperoleh keuntungan dalam menghadapi perkembangan teknologi finansial sekaligus memitigasi risiko.

 

Gathering

Di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, pemimpin ASEAN dalam acara ASEAN Leaders Gathering (ALG) sepakat mengurangi disparitas pembangunan di antara negara ASEAN.

Presiden Jokowi, seusai pertemuan ALG, kemarin, mengatakan pimpinan ASEAN sepakat mengenai pentingnya mengurangi disparitas dan jurang pembangunan di tiap-tiap negara anggota dan juga di antara negara ASEAN.

"Ini penting untuk memastikan no one left behind," kata Jokowi yang didampingi PM Singapura Lee Hsien Loong.

ASEAN Leaders Gathering diikuti Presiden Jokowi, PM Singapura Lee Hsien Loong, Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi, PM Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, PM Kamboja Samdech T Hun Sen, PM Laos Thongloun Sisoulith, PM Malaysia Mahathir Mohamad, Presiden Myanmar U Win Myint, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, PM Thailand Prayit Chan-o-cha, PM Vietnam Ngu-yen Xuan Phuc, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim, dan Sekjen PBB Antonio Guterres. (Fat/Ant/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More