Peraih Nobel Ekonomi Puji Dana Desa

Penulis: Try/E-2 Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 01:20 WIB Ekonomi
Peraih Nobel Ekonomi Puji Dana Desa

ANTARA

GUNA mendorong pertumbuhan di wilayah perdesaan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Desa, sejak 2015 lalu telah meluncurkan dua program unggulan, yakni produk unggulan kawasan perdesaan (prukades) dan dana desa. Prukades, program yang menggabungkan pemerintah, perbankan, dan dunia usaha itu mampu menjadi stimulus aktivitas ekonomi.

Hal itu disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo dalam Forum Tri Hita Karana (THK) Sustainable Development, dengan tema Kesetaraan dan pertumbuhan inklusivitas, keberlanjutan, dan kepemimpinan, di Nusa Dua, Bali, kemarin.

Forum THK ini ialah pleno dalam rangkaian pertemuan tahunan IMF- WB 2018. Konsep kosmologi Tri Hita Karana merupakan falsafah hidup tangguh. Falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat melestarikan keanekaragaman budaya dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi.

Mendes mengatakan program produk unggulan kawasan perdesaan (prukades) mampu mengatasi kemiskinan di perdesaan. Kebijakan yang diterapkan di Indonesia ini merupakan program pertama di dunia dan menjadi inspirasi bagi negara lain karena telah teruji menghasilkan pembangunan yang signifikan.

Dalam forum tersebut, Joseph Stiglitz, peraih Nobel di bidang ekonomi pada 2001, mengapreasi model pembangunan wilayah perdesaan di Indonesia dengan dana desa sebagai stimulus pembangunan yang dimulai dari desa.

"Model pembangunan seperti ini, di mana pembangunan dimulai berdasar pada kebutuhan yang berbeda pada setiap daerah telah menghasilkan pola pembangunan wilayah yang sangat menakjubkan," ujar mantan penasihat Presiden Clinton tersebut.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More