BKPM Upayakan Tarik Investasi US$31,4 Miliar

Penulis: Uud/E-2 Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 01:10 WIB Ekonomi
BKPM Upayakan Tarik Investasi US$31,4 Miliar

ANTARA

BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan sejumlah proyek infrastruktur kepada sejumlah negara dengan nilai investasi mencapai US$31,4 miliar. Proyek infrastruktur itu meliputi bidang power plant, pelabuhan, konstruksi, dan logistik.

Hal itu diungkapkan Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong di acara Infrastructure Forum yang merupakan bagian dari Parallel Events IMF-WB Annual Meetings (AM) 2018 di Ayana Hotel & Resorts, Jimbaran, Bali, kemarin.

Lembong mengatakan forum itu menjadi wadah bagi para investor untuk berkomunikasi dengan pemerintah soal berbagai peluang investasi infrastruktur di Indonesia. Lebih dari 400 peserta hadir, terdiri atas investor, corporate banking clients, private banking consumers, dan fund management companies.

Dalam kegiatan yang diadakan bekerja sama dengan PT Bank HSBC Indonesia itu, BKPM juga mengadakan High Tea Event pada Infrastructure Forum dengan lima perusahaan dari berbagai negara, seperti Tiongkok, Hong Kong, Belanda, dan Malaysia. Kepada perusahaan negara-negara itulah proyek infrastruktur tersebut ditawarkan.

"Saya belum bisa menjelaskan detail besaran angka komitmen yang akan ditanamkan mereka karena prosesnya masih berlangsung," kata Thomas.

Yang pasti mereka tertarik mempelajari infrastructure finance yang saat ini gencar ditawarkan. "Investor Eropa senang mempelajari sekuritisasi aset, sedangkan investor Jepang, Singapura, dan Tiongkok tertarik pada investasi di sektor riil, " ujar Thomas.

Saat ini, upaya menarik investasi masuk ke Indonesia memang sedang menghadapi tantangan seiring perubahan kondisi perekonomian global. Pemerintah mengupayakan agar para investor tetap mendapat imbal hasil yang stabil dan terjaga. "Di tengah fluktuasi pasar saham, investasi di pembiayaan infrastruktur lebih menjanjikan stabilitas," tandasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia membutuhkan investasi hijau (ramah lingkungan) agar bermanfaat mendukung pengadaan infrastruktur yang jumlahnya masih terbatas guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kita memerlukan investasi ramah lingkungan untuk mencegah perubahan iklim dan kondisi yang mengurangi manfaat positif pertumbuhan ekonomi," kata dia dalam diskusi How to Mobilize Private Investment for Green Infrastructure Promoting Intraregional Connectivity di Nusa Dua, Bali, kemarin.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More