Pariwisata Kunci Perkuat Ekonomi

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 00:45 WIB Ekonomi
Pariwisata Kunci Perkuat Ekonomi

ANTARA /ICOM/AM IMF-WBG/ZABUR KARURU

DEPUTI Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, mengatakan peningkatan ekspor dan pariwisata merupakan sebagian kunci ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Hal tersebut dia sampaikan dalam seminar Reinventing Bretton Woods Committee yang mengambil tema The Shadow of Neo Protectionism and Coping with The Challenges of the Normalisation Process, di Nusa Dua, Bali, kemarin. Acara itu dilaksanakan dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018. Seminar membahas mengenai bagaimana negara-negara menghadapi bayang-bayang neoproteksionisme dan proses normalisasi kebijakan negara maju.

Mirza menyatakan proses normalisasi perekonomian negara maju, khususnya Amerika Serikat (AS), memang membawa dampak global, khususnya terhadap negara berkembang, bahkan sejak dicanangkan pada Mei 2013. Demikian pula neoproteksionisme yang dimulai pada 2016 dan semakin menningkat pada 2018. "Kebijakan-kebijakan ekonomi AS dan Tiongkok khususnya, membawa pengaruh kepada negara berkembang, termasuk dari sisi nilai tukar," ujarnya.

Dalam kondisi global tersebut, kata Mirza, Indonesia sebagai negara yang memiliki defisit transaksi berjalan terus menjaga agar defisit tersebut berada pada level yang aman. Oleh karena itu, semakin penting bagi Indonesia untuk mendorong ekspor dan pariwisata. Berbagai destinasi wisata pun terus dikembangkan, agar wisatawan asing memiliki pilihan destinasi selain Bali. Jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia ditargetkan terus bertambah, yaitu 20 juta orang pada 2020 dan 25 juta pada 2025, yang diharapkan dapat menambah penerimaan devisa negara.

 

Danau Toba

Terkait dengan hal tersebut, kemarin, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dan bersama tujuh investor bisnis industri pariwisata menandatangani perjanjian kerja sama investasi untuk pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba dengan komitmen investasi mencapai sekitar Rp6,1 triliun atau sekitar US$400 juta dengan lahan pengembangan seluas 77,5 hektare.

Penandatanganan perjanjian investasi diselenggarakan dalam rangkaian acara menjelang IMF - Word Bank Group Annual Meeting dalam Forum Pembangunan Berkelanjutan Tri Hita Karana ke-2 di Bali. Penandatanganan kerja sama investasi dilakukan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo, bersama dengan tujuh investor, disaksikan Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah BPODT, Luhut Binsar Panjaitan, serta para menteri terkait.

Sebagai pengelola kawasan, BPODT memastikan para investor untuk melakukan pengembangan dengan pendekatan eco-tourism, yaitu pengembangan yang menjaga kelestarian lingkungan, pengembangan yang melibatkan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat di sekitar Danau Toba, serta pengembangan dengan menjaga kearifan lokal dan tradisi warisan budaya setempat. "Kerja sama yang terjalin ini tidak hanya mengenai solusi investasi saja. Kami bersama-sama dengan para investor akan memastikan bahwa proses pengembangan berjalan sesuai dengan pendekatan eco-tourism yang menjaga keharmonisan alam, manusia, dan aspek spiritual," ujar Arie. (Uud/E-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More