Kemenkominfo Blokir Grup LGBT di Facebook

Penulis: Antara Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 23:25 WIB Humaniora
Kemenkominfo Blokir Grup LGBT di Facebook

Ilustrasi

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika telah memblokir grup Facebook Lesbian Gay Bisexual Transgender (LGBT) yg dalam beberapa hari ini telah menghebohkan warganet Indonesia, Kamis (11/10).

Langkah pemblokiran terhadap group facebook yg beralamat di [https://www.facebook.com/groups/605636449448086A] dilakukan setelah mendapat surat elektronik dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang meminta grup Facebook tersebut diblokir.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Kamis, grup tersebut dinilai dapat membahayakan anak-anak dan remaja di wilayah Garut dan sekitarnya.

"Group LGBT di Garut tersebut, menurut KPAI berpotensi mengkampanyekan praktik gay di kalangan anak-anak atau remaja laki-laki," demikian bunyi keterangan tersebut.

Sebelumnya Subdit Pengendalian Konten Internet Negatif Ditjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo telah melakukan penelusuran dan analisis terhadap muatan grup Facebook tersebut dan menemukan bahwa terdapat beberapa konten yang mengandung muatan pornografi.

Kategori pornografi mengacu pada Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 adalah konten yang secara eksplisit memuat persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang; kekerasan seksual; masturbasi atau onani; ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; alat kelamin; atau pornografi anak.

Langkah pemblokiran terhadap grup facebook juga diambil setelah Subdit Pengendalian Konten Internet Kemenkominfo berkoordinasi dengan Polres Garut mengenai kasus ini. Polres Garut menyetujui usulan KPAI agar Kemenkominfo melakukan pemblokiran terhadap grup Facebook tersebut.

Seperti diberitakan, hingga awal Oktober 2018 ini, Kemenkominfo telah melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 890 ribu website yg melanggar undang-undang, 80% di antaranya adalah website pornografi. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More