Sektor Pariwisata Diandalkan Angkat Rupiah

Penulis: Nur Aivanni Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 23:00 WIB Ekonomi
Sektor Pariwisata Diandalkan Angkat Rupiah

ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

PEMERINTAH tetap berupaya agar volatilitas nilai tukar tupiah tidak tajam di tengah gejolak ekonomi global. Pergerakan nilai rupiah secara tajam bisa mengakibatkan ketidakpastian baru.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Adriyanto saat menanggapi nilai tukar rupiah yang semakin melemah.

"Saya kira yang perlu diperhatikan adalah menjaga volatilitas nilai rupiah agar tidak bergerak naik turun secara tajam sehingga mengakibatkan ketidakpastian baru," kata Adriyanto kepada Media Indonesia, Kamis (11/10).

Pemerintah, kata Adriyanto, terus melakukan penguatan di dalam negeri untuk mengurangi tekanan dolar AS terhadap rupiah, salah satunya dengan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

"Dari sisi moneter, otoritas terus memperkuat cadangan mata uang asing, termasuk lewat bilateral swap," tambahnya.

Adriyanto pun mengakui pergerakan dolar dari akhir 2017 hingga saat ini bisa merefleksikan bahwa dolar AS bergerak menuju ke keseimbangan baru. Tahun depan, sambungnya, nilai tukar rupiah diproyeksikan berada di angka Rp 14.500 meskipun ada potensi tekanan.

Lebih lanjut, ia pun memperkirakan gelaran pertemuan tahunan IMF - World Bank di Bali bisa memperkuat nilai tukar rupiah. "Suplai dolar tentu harus ditambah supaya memenuhi permintaan dolar. Tentu dengan adanya annual meeting ini, para tamu asing akan menyuplai dolar ke dalam negeri lewat belanja mereka di sini sehingga rupiah bisa menguat," pungkasnya. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More