KPPI Selidiki Impor Aluminium Foil

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 22:55 WIB Ekonomi
KPPI Selidiki Impor Aluminium Foil

AFP PHOTO

KOMITE Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) telah memulai penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan (safeguards) atas lonjakan volume impor barang aluminium foil.

Penyelidikan yang dibuka sejak Selasa (9/10) tersebut didasarkan atas permohonan yang disampaikan Asosiasi Produsen Aluminium Extrusi serta Aluminium Plate, Sheet & Foil (Apralex Sh & F). Mereka mewakili industri dalam negeri penghasil barang aluminium foil menyampaikan permohonan pada 3 Oktober 2018.

“Dari bukti awal permohonan yang diajukan, KPPI menemukan adanya lonjakan volume impor barang aluminium foil. Selain itu, terdapat indikasi awal mengenai kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami industri dalam negeri akibat dari lonjakan volume impor tersebut,” ujar Ketua KPPI Mardjoko di Jakarta, Kamis (11/10).

Kerugian serius atau ancaman kerugian serius tersebut terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri pada periode 2015-2017. Indikator tersebut antara lain kerugian finansial secara terus menerus akibat menurunnya volume produksi dan penjualan domestik dan meningkatnya persediaan akhir atau jumlah barang yang tidak terjual.

Selain itu, produktivitas dan kapasitas terpakai menurun, jumlah tenaga kerja berkurang, serta pangsa pasar industri dalam negeri di pasar domestik menipis.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, selama 2015-2017, volume impor barang aluminium foil terus meningkat dengan tren sebesar 23%. Pada 2015 impor aluminium foil tercatat sebesar 25.189 ton.

Kemudian, impor merangkak naik 25% pada 2016 menjadi 31.404 ton dan akhirnya pada 2017 impor menyentuh 38.000 ton. Negara asal impor barang aluminium foil antara lain Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang.

Adapun, tarif bea masuk impor barang aluminium foil untuk HS. 7607.11.00 dan 7607.19.00 masing-masing sebesar 20% dan 10%. Namun, dengan adanya perjanjian ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA), ASEAN-Korea Free Trade Agreement (AK-FTA), dan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) tarif bea masuk preferensial untuk komoditas tersebut menjadi 0% yang berlaku selama periode 2017—2022.

“Hal ini menjadi salah satu penyebab melonjaknya jumlah impor aluminium foil yang menyebabkan kerugian serius atau ancaman kerugian serius industri dalam negeri,” tandas Mardjoko. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More