Perry Warjiyo Diplomasi Kopi di Pertemuan Internasional

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 08:50 WIB Hiburan
Perry Warjiyo Diplomasi Kopi di Pertemuan Internasional

ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal

PERIBAHASA 'Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui' atau 'Sambil menyelam minum air', menjadi peribahasa atas upaya seseorang dalam melakukan satu pekerjaan untuk memperoleh lebih banyak manfaat.

Demikian pula yang dilakukan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, 59. Dalam perhelatan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional atau  International Monetary Fund (IMF)-World Bank 2018 yang kini tengah berlangsung di Bali, Indonesia mengangkat kopi Nusantara untuk diperkenalkan kepada dunia.

Tidak mengherankan bila saat ia menemani para pemimpin negara dan gubernur bank sentral, ia bisa meminum kopi beberapa kali dalam sehari.

Hal itu bukan dilakukannya kali ini saja. Perry mengaku pada setiap pertemuan internasional di luar negeri, jurus itu selalu ia lakukan.

"Beberapa kali di acara internasional saya selalu sekalian melakukan diplomasi kopi. Makanya, selama dua tahun terakhir setiap spring meeting pada April atau pada acara pertemuan setiap Oktober di Washington DC, selalu ada pojok kopi Indonesia. Tempat itu selalu ramai oleh antrean. Mereka ingin merasakan aneka kopi Nusantara yang kita sajikan, antara lain kopi gayo, bali, sumatra, dan kopi mandailing. Semua disukai," kata Perry di sela-sela IMF-World Bank 2018 Annual Meetings di Nusa Dua, Bali, kemarin.

Menurutnya, kopi yang kini paling banyak dicari dan digemari delegasi asing ialah kopi gunung puntang yang berasal dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kopi tersebut terbilang langka karena tumbuh secara liar atau tidak dibudidayakan.

"Itu yang membuat harga kopi gunung puntang mahal karena banyak dicari. Saat kami ada acara investment forum di KBRI London, salah satu chef-nya orang Indonesia, tengah mencari kopi Indonesia termasuk dari Gunung Puntang. Ia bilang harus ke Indonesia untuk mencari itu," ujarnya.

Kopi, menurut Perry, termasuk komoditas yang berpotensi sebagai andalan ekspor bagi Indonesia. Oleh karena itu, ia akan terus melakukan diplomasi kopi, melanjutkan yang telah dilakukan selama ini.

Menurutnya, jurus diplomasi kopi berhasil menarik minat dunia internasional. Hal itu terlihat dari banyaknya mitra kerja bank sentral negara lain yang sangat menyuaki kopi Indonesia. Alasan mereka, rasa dan aromanya kuat. Berbeda dengan kopi dari negara lain yang biasanya cair dan aromanya datar.

Suka semua

Meski giat melakukan diplomasi kopi, Gubernur BI itu menyatakan tidak punya kopi spesifik yang digemarinya. Bahkan, ia mengaku masih belajar memahami citra rasa setiap jenis kopi.

"Saya (minum kopi) selalu ganti-ganti. Saya suka  mencoba berbagai jenis kopi karena masih harus banyak belajar. Setiap jenis kopi punya kekhasan masing-masing, baik aroma, rasa, dan tingkat keasamannya. Kopi bali termasuk heavy karena memang minum satu cup kopi bali bisa langsung bangun dan melek, tapi tingkat keasamannya tinggi. Saya tidak kuat minum kopi bali lebih dari dua cangkir," tuturnya.

Kalau menginginkan kopi dengan aroma kuat, kata Perry, silakan mencoba kopi toraja, sedangkan yang rasanya kuat ialah kopi mandailing.

"Saya suka semua kopi Indonesia. Semua enak dan bisa dipaskan pada kesempatan yang diinginkan," ujarnya lagi. (H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More