Libatkan Bawaslu saat Berkegiatan di Sarana Pendidikan

Penulis: (Pro/Nic/Mal/P-3) Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 08:40 WIB Politik dan Hukum
Libatkan Bawaslu saat Berkegiatan di Sarana Pendidikan

MI/MOHAMAD IRFAN

WAKIL Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin, Arsul Sani mengatakan, Bawaslu harus aktif memantau kegiatan semua peserta Pemilu 2019 di sekolah, kampus, atau pesantren. Bila perlu, kegiatan di sarana pendidikan harus melibatkan perwakilan dari Bawaslu.

“Sebaiknya saya sarankan agar mengajak Bawaslu se-tempat, saat silaturahim. Kita kan lebih bagus mencegah agar tidak salah,” kata Arsul di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Politikus PPP itu mengatakan, dengan pengawasan, aturan pelarangan kampanye di lingkungan pendidikan akan lebih terjamin untuk dipatuhi. Bisa saja tim, rombongan, atau tuan rumah sendiri  yang melakukan kampanye tanpa disadari.

“Ketika misalnya mungkin Kiai Ma’ruf dan rombongannya tidak kampanye. Sandi dan rombongannya tidak. Tapi, panitia memperkenalkannya berlebihan. Nah itu juga harus dikasih tahu juga mereka. Bila Bawaslu hadir kan bisa lebih terpantau,” ujar Arsul.

Di masa kampanye, menurut Arsul, setiap kegiatan memang akan sangat diperhatikan. Namun, hak-hak dasar peserta Pemilu Presiden 2019 tidak boleh terpasung aturan kampanye.

“Kayak Sandi, misalnya, kan boleh saja diundang ceramah sebagai seorang Sandiaga Uno, entrepreneur berhasil dan anak muda energik punya pemikiran. Kalau itu tidak boleh sama sekali, dia jadi cawapres terpasung dong hak-hak intelektualnya,” ujar Arsul.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan guru SMAN 87 Jakarta yang diduga mendoktrin siswanya anti-Jokowi akan dinonaktifkan.

“Akan ditarik segera, akan dihentikan dari mengajar di kelas, kalau status kepegawaian ada aturannya,” ujar Anies di Balai Kota Jakarta, kemarin.

Namun, untuk status kepegawaiannya, Anies menuturkan ada proses yang mesti diikuti. Untuk sementara, guru yang bersangkutan tidak boleh berinteraksi dengan siswanya.

“Kalau ada guru yang bermasalah dengan siswa, tarik dari sekolah, tarik dari kelas dulu. Tidak berinteraksi dengan siswa. Ada proses pendisiplinan sehingga aman buat semua,” tutur Anies.

Informasi ini viral di media massa dari pihak yang mengaku sebagai orangtua murid SMAN 87. Menurutnya, anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan guru N di masjid dan ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Guru N menyebut banyak korban yang bergelimpangan akibat gempa merupakan salah Jokowi.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More