Mahasiswa 22 Kampus Dukung Jokowi-Amin

Penulis: (Mal/Ant/OL-6) Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 08:30 WIB Politik dan Hukum
Mahasiswa 22 Kampus Dukung Jokowi-Amin

MI/AKMAL FAUZI

SEKELOMPOK mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Central Mahasiswa Pro-Jokowi (Cempro Jokowi) mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Koordinator Cempro Jokowi, Yusuf Ariyadi, menyebut ratusan mahasiswa yang tergabung berasal dari 22 kampus di berbagai wilayah Indonesia.

“Kami melihat kinerja Jokowi dengan melakukan pembangunan infrastruktur di beberapa daerah di Indonesia berdampak langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, kami menginginkan Jokowi kembali memimpin untuk periode selanjutnya,” kata Yusuf di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, kemarin.

Dukungan itu untuk selanjutnya akan terus digalang. Pendidikan politik juga akan diberikan kepada para mahasiswa yang tergabung dalam Cempro Jokowi.  

“Kami akan adakan kegiatan di luar kampus tentu itu sesuai regulasi dari KPU yang tidak boleh melakukan kampanye di dalam kampus,” jelas mahasiwa Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (UHAMKA) itu.

Secara terpisah, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja, Ahmad Rofiq, menilai banyaknya dukungan dari berbagai kalangan kepada Jokowi-Amin tak terlepas dari keberhasilan pemerintahan Jokowi.

“Fenomena membanjirnya dukungan ini murni atas keberhasilan Pak Jokowi dalam kepemimpinannya, sehingga mereka tergerak untuk memenangkan pasangan ini,” ujar Rofiq.

Terkait kepala daerah yang mendukung Jokowi-Amin, Sekjen Partai Perindo itu meyakini, para kepala daerah tidak akan menya-lahgunakan jabatan dan atau menggunakan fasilitas negara dalam memberikan dukungan.

Sebelumnya, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Pilpres 2019 merupakan yang terberat bagi Prabowo Subianto. Salah satu alasan yang ia kemukakan karena Pilpres kali ini banyak kepala daerah mendukung Jokowi.

“Kami merasakan terus terang ini adalah bobot terberat beliau menjadi calon presiden,” ujar Muzani di gedung DPR RI, Jakarta, kemarin.

Prabowo telah tiga kali ikut pilpres, pertama pada Pilpres 2009. Prabowo menjadi Cawapres berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri. Di tahun 2014, Prabowo menjadi capres berpasangan dengan Hatta Rajasa, dan tahun 2019 Prabowo menjadi capres berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Muzani menyebut Prabowo seperti dikepung sehingga jalannya menuju kemenangan tidak mudah. Banyak pengusaha yang yang enggan memberikan dukungan logistik kepada koalisi Prabowo-Sandiaga dalam mengikuti pilpres.Terkait pernyataan Muzani, Ahmad Rofiq menilai hal itu seperti sebuah keputusasaan. 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More