Napi Sulteng tidak Kunjung Lapor Dimasukkan DPO

Penulis: Antara Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 22:25 WIB Nusantara
Napi Sulteng tidak Kunjung Lapor Dimasukkan DPO

thinkstock

NARAPIDANA dan tahanan di sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Sulawesi Tengah yang belum melapor setelah dilepaskan saat gempa dan tsunami terjadi hampir dua pekan lalu akan dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Karopenmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis, mengatakan seluruh warga binaan lapas, LPKA, rutan dan cabang rutan diberi batas waktu sampai 16 Oktober 2018 agar kembali melapor untuk menjalani sisa masa penahanan, apabila tidak melapor maka akan dibuatkan DPO.

"Polisi membantu menghadirkan warga binaan, kalapas ke Polda Sulteng, baru mengeluarkan DPO," kata Dedi.

Dedi menuturkan upaya persuasif pihak rutan dan lapas bekerja sama dengan pihak kepolisian telah dilakukan dengan mengimbau keluarga narapidana dan tahanan melaporkan ke lapas atau rutan.

Dedi mengatakan meski pagar yang mengelilingi lapas dan rutan roboh, sebagian bangunan masih dapat dimanfaatkan untuk ditempati narapidana. Dedi Prasetyo mengatakan setelah berkoordinasi dengan Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulteng, diketahui hingga Kamis, di Lapas Kelas IIA Palu dari 674 narapidana, baru 27 orang kembali dan 647 orang masih kabur, sementara di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu, sebanyak 28 orang dari 29 orang yang masih di luar.

Untuk Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Palu, seluruh narapidana sebanyak 87 orang masih di luar.

Selanjutnya di Rutan Kelas IIA Palu, dari total 465 tahanan, sebanyak 447 orang belum kembali dan di Rutan Kelas IIB Donggala dari 342 tahanan, sebanyak 333 orang masih kabur.

Adapun cabang Rutan Parigi, dari 177 orang, sebanyak 117 sudah kembali dan sisanya 60 orang masih berada di luar.

"Batas waktu kalapas sampai Senin (8/10), ternyata baru sedikit kembali jadi diimbau terus bekerja sama kepolisian dan keluarga segera melapor ke lapas," kata Dedi.

Saat kejadian darurat bencana, pagar lapas dan rutan dalam kondisi rusak sehingga sejumlah napi melarikan diri. Selain itu, saat bencana kalapas melepaskan para narapidana dengan diberi batas waktu harus kembali. (OL-1)

 

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More