Perekaman KTP-E Harus Beres pada Akhir Tahun Ini

Penulis: (LN/AD/RS/RF/BB/JS/N-1) Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 07:50 WIB Nusantara
Perekaman KTP-E Harus Beres pada Akhir Tahun Ini

MI/Kristiadi

KEPEMILIKAN KTP elektronik (KTP-E) di beberapa daerah masih bermasalah dan dikhawatirkan menghilangkan hak politik warga negara pada Pemilu 2019. Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Keluarga Berencana (Disdukcapil-KB) Sulsel, Sukarniaty Kondolele, kemarin, juga mengungkapkan sekitar 700 ribu orang belum melakukan perekaman.

“Yang belum mere­kam itu sekitar 700 ribuan dari wajib KTP sekitar 6.800.000 orang lebih. Yang sudah merekam itu hampir 6.100.000 orang. Artinya, kita sudah lakukan perekaman sampai 89,36% ,” tutur Sukarniaty.

Karena itu, kata Sukarniaty, pihaknya tengah menggenjot proses perekaman di semua kabupaten/kota di Sulsel. Sukarniaty menjelaskan percepatan perekaman dan pencetakan KTP-E tersebut penting karena Ditjen Dukcapil
Kemendagri telah memberi batas waktu kepada masyarakat yang belum melakukan perekaman KTP-E hingga 31 Desember mendatang.

Sementara itu, sebanyak 12.842 penduduk Kota Denpasar sampai saat ini belum melakukan perekaman KTP-E. Guna mempercepat proses perekaman, pihak Dinas Dukcapil terus gencar mendatangi warga ke desa hingga ke banjar/dusun di luar jam kerja.

Kendati petugas terus mempercepat pencatatan, kendala di lapangan masih ditemukan. Dinas Dukcapil Kabupaten Tasikmalaya kemarin kebingungan berkaitan dengan perekaman terhadap sekitar 10.000 pemilih pemula dan warga lainnya di 39 kecamat­an yang tersebar di 351 desa.

“Keberadaan blanko saat ini semakin menipis karena kiriman dari pusat belum sebanding dengan jumlah kebutuhan,” ujar Kadinas Dukcapil Tasikmalaya Nazmudin Azis.

Di Sukabumi, Dinas Dukca­pil juga gencar melakukan pe­rekaman KTP-E bagi pemilih pemula yang akan dan telah berusia 17 tahun. Langkah itu dilakukan mengingat mereka kemungkinan bakal terdata sebagai pemilih.

“Salah satu targetnya ialah para pelajar,” terang Kadinas Dukcapil Kota Sukabumi, Iskandar Ifhan.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More