Masih Semangat Buru Medali

Penulis: (Ant/R-3) Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 03:00 WIB Olahraga
Masih Semangat Buru Medali

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

KONTINGEN Indonesia pada Asian Para Games (APG) 2018 sudah mampu melampaui  target yang ditetapkan pemerintah, yaitu 17 medali emas.
    
Namun, para atlet disabilitas masih bersemangat untuk memperebutkan medali. Bahkan, masih ratusan medali emas yang siap diperebutkan para atlet di APG 2018 hingga Sabtu (13/10).
   
Hingga hari keenam pelaksanaan kejuaraan untuk atlet disabilitas di Jakarta, kemarin, kontingen Indonesia bertengger di posisi keenam klasemen dengan 23 emas, 29 perak, dan 34 perunggu.
   
“Timnas  sepeda akan terus berusaha mengejar medali emas karena hasil maksimal yang kami raih baru perak. Semoga dalam tiga hari ke depan emas mampu kami raih,” kata pelatih tim para-balap sepeda Puspita Mustika Adya.
   
Cabang balap sepeda dalam tiga hari ke depan akan mempertandingkan nomor trek di Jakarta International Velodrome Rawamangun, Jakarta. Terdapat 16 emas yang diperebutkan.
     
Pembalap sepeda Muhammad Fadli Immamuddin yang sukses meraih perak pada ITT C4 bakal menjadi unggulan untuk meraih medali karena mantan pembalap motor nasional ini akan turun di dua nomor sekaligus, yaitu sprint dan individual pursuit. Selain itu juga ada
Sufyan Saori. Harapan untuk meraih medali emas tidak hanya dari balap sepeda.
    
Di sisi lain, atlet para-angkat berat putri Indonesia Ni Nengah Widiasih mengaku sangat bersyukur memenangi medali perunggu dalam ajang Asian Para Games 2018.
    “
Jujur, saya tidak punya target apa-apa, yang penting saya bertanding dengan baik, itu saja. Ternyata dapat perunggu. Saya bersyukur sekali,” kata Ni Nengah seusai pertandingan para-angkat berat di Balai Sudirman, Jakarta, kemarin.
    
Perempuan yang akrab disapa Nengah itu pun mengaku sudah pasrah sejak awal pertandingan. Terlebih ketika mengetahui siapa saja lawan-lawan yang akan dihadapinya.  “Waktu lihat lawan-lawan yang akan saya hadapi, saya pasrah. Tapi memang masih ada semangat,” ujarnya.(Ant/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More