Difabel Sulit Akses Layanan Publik

Penulis: (Gan/J-2) Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 07:20 WIB Megapolitan
Difabel Sulit Akses Layanan Publik

ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

FASILITAS penunjang bagi warga penyandang disabilitas di gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Atrium Pondok Gede belum terlihat. Warga penyandang disabilitas masih kesulitan mengakses pusat pelayanan publik yang baru diresmikan tersebut.

"Mungkin kalau letaknya di dalam Mall Atrium Pondok Gede kita enggak harus naik turun lift karena MPP adanya di lantai dasar, tapi untuk bangku tunggu itu belum memadai. Kami masih harus menunggu antrean dengan berdiri," ungkap Darius, salah satu warga disabilitas yang datang ke MPP Atrium Pondok Gede, kemarin.

Darius mengaku kedatangannya adalah untuk membayar iuran Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang ada di pusat pelayanan itu. Namun sejak pagi mengantri, dia dibiarkan berdiri oleh petugas.

"Belum ada petugas jaga yang ramah juga pada pe-ngunjung disabilitas, sehingga kamipun agak kesulitan mencari informasi," kata dia.

Tidak hanya itu, fasilitas toilet mall atrium Pondok Gede pun masih standar. Toilet yang tersedia masih bentuk bawaan dari toilet buatan pengelola. Akibatnya, pengunjung disabilitas masih kesulitan saat hendak pergi ke toilet.

Berdasarkan pemantauan, inovasi pelayanan publik yang ada di Kota Bekasi sudah memadai. Dalam satu tempat warga bisa mendapatkan beberapa pelayanan dalam satu waktu. Dengan demikian, warga pun tidak perlu bolak-balik ke lain tempat saat hendak mengurus administrasi kependudukan atau perizinan lainnya.

Namun, pemerintah kurang maksimal menyiapkan fasilitas penunjang bagi mereka yang membutuhkan seperti bangku tunggu atau sistem antrean elektronik yang tidak lagi merepotkan pengunjung.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Choiruman J Putro mengatakan pada prinsipnya MPP merupakan bentuk terobosan baru dalam meningkatkan pelayanan publik. Tujuannya adalah memberikan kemudah-an dan keterjangkauan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik.

"Namun, MPP ini tentunya masih harus terus diperbaiki dan ditingkatkan kualitas serta kuantitas pelayanan dengan menambah berbagai fasilitas penunjang," jelas Choiruman.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More