Depok Bebas Bangunan Vertikal Baru hingga 2020

Penulis: (KG/J-2) Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 07:10 WIB Megapolitan
Depok Bebas Bangunan Vertikal Baru hingga 2020

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

PEMERINTAH Kota Depok memberlakukan moratorium pemberian izin bangunan vertikal untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Margonda, Pancoran Mas. Saat ini, di sepanjang Jalan Margonda telah ada 14 bangunan vertikal.

Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Depok Dheni Wahyu mengatakan moratorium pemberian izin mendirikan bangunan vertikal di Jalan Margonda bertujuan mengurangi kema-cetan.

"Penghentian pengurus-an IMB berlaku hingga 2020," ujar Dheni, kemarin.

Dheni mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait sejak diberlakukannya moratorium ini. Mereka penting dilibatkan khususnya untuk penetapan site plan di Kota Depok.

"Kalau site plan ini kan jelas dan tidak bisa main-main. Kalau ada pengembang nakal misalnya, kalau melanggar apa yang sudah ada di site plan bisa berurusan dengan hukum. Apalagi kami juga sudah bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Depok. Mereka setiap saat dapat membantu kami jika ada pengembang nakal yang melanggar site plan," katanya.

Jalan Margonda dengan panjang 4,89 kilometer dari lampu merah Jalan Siliwangi sampai Universitas Indonesia (UI), Pondok Cina, Beji telah terbangun 14 apartemen yakni Apartemen Margonda Residence 1, 2, 3, 4, dan 5, Apartemen Taman Melati 1 dan 2.

Tujuh lagi Apartemen Atlanta Residence, Saladdin Mansion, Grand Zam-Zam Tower, Evencio Apartemen, Park View Condominium, Female Apartemen, dan Apartemen Transit Oriented Development (TOD) yang dibangun Kementerian BUMN di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji.

Secara terpisah, anggota Komisi A DPRD Kota Depok Hamzah menambahkan peng-hentian pemberian izin ba-ngunan bertingkat di Jalan Margonda bukanlah tanpa alasan.

"Jalan Margonda itu menjadi satu-satunya wilayah favorit warga dan pusat bisnis. Segala jenis kegiatan ada di kawasan tersebut. Mulai dari niaga, pendidikan, kuliner, dan juga hunian," ujar Hamzah.

Ia mengatakan, dengan bertumpuknya pusat kegiatan di Jalan Margonda, Pancoran Mas menjadikan pergerakan manusia dan kendaraan hanya terpusat di Jalan Margonda. Hal inilah yang menyebabkan Jalan Margonda menjadi snagat padat dan macet.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More