Bangun Stadion BMW,Jakpro Minta Rp1,5 T

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 07:00 WIB Megapolitan
Bangun Stadion BMW,Jakpro Minta Rp1,5 T

MI/Pius Erlangga

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menugasi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk membangun Stadion Taman BMW di Jakarta Utara. Untuk merealisasikan pembangunan stadion yang akan diberi nama Stadion Maju Bersama itu, Jakpro meminta suntikan penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp1,5 triliun.

"Berdasarkan diskusi dengan BP BUMD (Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah), kami mendapat penugasan untuk di Stadion Maju Bersama. Untuk pembangunan stadion sepak bola itu kurang lebih Rp1,5 triliun," ujar Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto di Gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.

Dwi menerangkan Jakpro akan menyelesaikan studi kelayakan stadion di Taman BMW itu dalam pekan ini.

"Jadi, kemungkinan nanti diskusi lebih detailnya kami akan dapat gambarannya. Sebetulnya kami sudah punya gambarannya, cuma desain dan segala macam itu yang perlu kita kaji lagi," jelas Dwi.

Saat ditemui terpisah, Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta Sri Haryati menuturkan penugasan kepada Jakpro ditujukan agar eksekusi pembangunan stadion itu bisa berjalan cepat. Namun, kepastian itu tergantung pada keputusan DPRD DKI apakah menyetujui usulan PMD itu atau tidak.

"Kemarin memang kita berpikir supaya bisa cepat, kita usulkan. Ini kan baru usulan, nanti kita bahas lagi dengan dewan," ujar Sri.

Pemberian PMD untuk Jakpro pun masih harus menunggu revisi dari Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2004 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Perseroan Terbatas Jakarta Propertindo.

Perda itu membatasi jumlah PMD yang bisa diberikan Pemprov DKI kepada Jakpro sebesar Rp10 triliun. Hingga APBD Perubahan 2017 lalu, Jakpro telah menerima Rp9,4 triliun. Artinya, Jakpro kini hanya bisa menerima PMD maksimal Rp591 miliar.

Pemprov DKI pun telah mengajukan revisi perda itu dengan limit maksimal PMD untuk Jakpro sebesar Rp30 triliun.

Pembangunan stadion di Taman BMW merupakan salah satu janji kampanye mantan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno. Dia berjanji stadion itu akan dibangun sekelas Stadion Old Traffod di Manchester, Inggris. Sandiaga sempat menjanjikan pembangunan fisik stadion dimulai pada Oktober 2018 ini. Namun, janji itu meleset.

Sebelum ditugaskan kepada Jakpro, Pemprov DKI tadinya berencana membangun stadion tersebut dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha.

Rusunami

Berbeda dengan stadion BMW yang masih pembahasan, salah satu janji kampanye mantan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno, yakni rumah susun sederhana milik (rusunami) hari ini diluncurkan. Rusunami dengan uang muka atau down payment (DP) nol rupiah yang berada di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, itu diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Jadi (diluncurkan), besok sekitar pukul 14.00," ujar pelaksana tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Meli Budiastuti ketika dihubungi, kemarin.

Namun, Meli menolak menjelaskan skema pembiayaan bagi warga untuk membeli unit rumah DP Rp0. Saat ini sekitar 6.000-an orang telah mendaftar rumah DP nol tersebut.

Rusunami ini, menurut Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan, diperuntukkan khusus buat warga yang memiliki KTP DKI Jakarta dengan penghasilan besarnya antara Rp4 juta hingga Rp7 juta. (Nic/Ssr/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More