Ketua DPRD Samarinda Ditahan Bareskrim Polri

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 21:05 WIB Nusantara
Ketua DPRD Samarinda Ditahan Bareskrim Polri

MI/Rommy

KEPALA Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri telah menangkap Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif terkait kasus penipuan dan penggelapan.

"Jadi ada pelaporan Bareskrim Polri sudah melayangkan dua kali panggilan, yang bersangkutan dua kali tidak hadir kemudian dicek di Samarinda juga tidak ada. Oleh sebab itu, penyidik mencari informasi ternyata dia ada di Singapura," katanya di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/10).

Sebelumnya, Alphad ditangkap di Bandara Soekarno Hatta pada 19 September 2018 saat tiba dari Singapura. Katanya, polisi telah mencari keberadaannya di seluruh wilayah Samarinda.

"Penyidik mencari informasi, ternyata yang bersangkutan ada di Singapura. Ketika kembali dari Singapura dilakukan surat perintah penangkapan untuk membawa, yang bersangkutan ditahan di Mabes Polri," terangnya.

Menurutnya, pelaporan terhadap Alphad tertuang dalam LP B 1105/XI/2016/Bareskrim tanggal 3 November dengan pelapor Haji Adam Malik. Dia dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan.

"Ada transaksi dengan seseorang, kemudian dilaporkan dan yang bersangkutan tidak pernah hadir untuk dimintai keterangan. Saya lupa besar transaksinya," lanjutnya.

Sementara itu, Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Muhammad Fadil Imran menjelaskan politikus Gerindra itu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara penipuan.

"Setelah mengetahui kedatangannya dari data imigrasi dan manifest maskapai penerbangan Jet Star diketahui tersangka akan datang dari Singapura menggunakan pesawat Jet," terangnya.

Pihaknya, melakukan penangkapan berkerja sama dengan Imigrasi Bandara Soekarno Hatta serta jajaran Polres Bandara. Saat ini, tersangka mendekam di Mabes Polri.

"Penyidik menjerat Alphad dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Untuk berkas perkara sudah dikirim tahap 1 ke JPU," pungkasnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More