4 Perusahaan Pembuang Limbah Disegel

Penulis: (DD/J-3) Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 06:30 WIB Megapolitan
 4 Perusahaan Pembuang Limbah Disegel

MI/DEDE SUSIANTI

PEMERINTAH Kabupaten Bogor mulai bergerak mengatasi pencemaran di Sungai Cileungsi. Kemarin, Satuan Polisi Pamong Praja melakukan penegakan hukum dengan menyegel empat perusahaan tekstil yang diduga membuang limbah langsung ke Sungai Cileungsi.

"Kami menindak setelah mendapat pelimpahan kasus dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Bogor. Dengan penyegelan ini, operasi pabrik diberhentikan," papar Kepala Bidang Perundang-undangan Satpol PP Kabupten Bogor, Agus Ridho.

Keempat pabrik pembuang limbah itu berada di kawasan Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri. Keempat perusahaan, berdasarkan temuan Dinas Lingkungan Hidup, diduga membuang limbah langsung ke sungai masih dalam bentuk cairan berwarna.

Menurut Agus, pabrik-pabrik itu merupakan penatu (laundry) skala industri. Volume limbah yang digelontorkan langsung ke sungai cukup besar, bahkan ada yang mengandung bahan berbahaya beracun (B3).

"Dinas Lingkungan Hidup sudah memeriksa dan mendapati pabrik-pabrik itu tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah. Satpol PP bertindak sebagai penegak peraturan daerah, dan menutup operasional pabrik sebagai bentuk penegakan hukum," jelas Agus.

Dia mengungkapkan secara kasatmata, kondisi Sungai Cileungsi sangat memprihatinkan. Warna airnya hitam pekat akibat limbah.

Ia berjanji selain melakukan tindakan administrasi, akan memidanakan para pembuang limbah itu. "Kami akan limpahkan kasus pidananya ke Polres Bogor."

Kondisi Sungai Cileungsi yang tercemar berat itu sudah dikeluhkan warga sejak tiga bulan terakhir. Selain sungai berwarna hitam, bau air sungai sangat tidak sedap.

Keluhan warga juga mendapat anggapan dari Ombudsman Jakarta Raya. Sejak Rabu (10/10), mereka meminta keterangan dari sejumlah pihak, di antaranya Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.

Kedua pihak itu mengakui Sungai Cileungsi sudah tercemar. Hal itu dibuktikan dengan uji lab yang mereka lakukan. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor pun menyatakan telah menyegel beberapa perusahaan di sepanjang aliran Sungai Cileungsi. "Ada 54 perusahaan yang berada di aliran Sungai Cileungsi. Seharusnya, dinas lingkungan hidup sudah lama bergerak dan tidak menunggu kasus ini menjadi viral di media sosial," kata Kepala Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P Nugroho.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More