Diguyur Hujan, Titik Panas Hilang

Penulis: Rendy Ferdiansyah Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 01:45 WIB Nusantara
Diguyur Hujan, Titik Panas Hilang

ANTARA FOTO/Nova

HUJAN deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Bangka Belitung (Babel), kemarin, menyebabkan titik panas di sana menghilang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel Mikron Antariksa mengaku gembira sebab kebakaran yang terjadi di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Selatan, Pangkalpinang, Bangka, dan Belitung akhirnya padam. Padamnya titik api di sana disebabkan turunya hujan deras selama dua hari terakhir di kawasan tersebut.
Kamis (11/10).

Meski demikian, pihaknya tetap menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) sebab laporan BMKG menyebutkan belum memasuki musim hujan.

Hujan deras juga turun di Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, yang mengakibatkan puluhan rumah terendam air sejak kemarin. “Sebanyak 80 rumah terendam banjir, puluhan hektare sawah rusak parah. Ada juga jembatan gantung yang rusak. Tapi sekarang sudah surut,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur, Kamis (11/10).

BPBD Kabupaten Pasaman mencatat setidaknya ada tujuh kecamatan yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Panti, Mapattunggul Selatan, Padang Gelugur, Rao Selatan, Rao, Rao Utara, dan Mapattunggul.

Seminggu terakhir, kawasan Sumatra Barat terus didera hujan dengan intensitas cukup tinggi. BMKG Minangkabau memprakiraan pada 11-13 Oktober 2018 berpotensi hujan sedang dan deras.

Di Provinsi Aceh, empat kabupaten juga dilanda banjir. Selain merendam permukiman penduduk, banjir juga menggangu aktivitas warga dan arus lalu lintas pada sejumlah lokasi di provinsi paling barat Indonesia tersebut. Amatan Media Indonesia, Kamis (11/10), lokasi yang dilanda banjir itu meliputi Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Utara, dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Sementara itu, untuk mengantisipasi banjir, BPBD Kabupaten Sukoharjo menggerakkan Relawan Kali Samin membersihkan sampah di kali anak Sungai Bengawan Solo itu. Tujuannya agar saat musim hujan tidak terjadi banjir

Kekeringan
Di musim kemarau kali ini kekeringan di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kian meluas. Wakil Bupati Pasuruan KH A Mujib Imron (Gus Mujib) mengimbau warga melakukan salat istiska (meminta hujan kepada Allah SWT).

“Kalau sudah waktunya musim hujan, kemarau berlanjut, Pemkab Pasuruan akan memberikan surat ke ormas-ormas (keagamaan) yang anggotanya di desa-desa untuk salat istiska. Terutama di desa-desa dan kecamatan yang kekeringan dan krisis air bersih, memohon segera turun hujan,” tandas Gus Mujib saat mendistribusikan air bersih ke warga Desa Kedungpengaron, Kecamatan Kejayan, Kamis (11/10).

Di Jawa Tengah, Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto, menyebutkan sampai saat ini sudah 579 tangki bantuan air bersih didistribusikan ke wilayah yang kekeringan.

Soal dana pengedropan air, Bambang menjelaskan anggaran Rp2 juta dari APBD 2018 masih cukup untuk mengedrop air sampai musim hujan tiba.

Di Jawa Barat, dipicu kekering-an, dua petani di Kampung Citonggeret, Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, berkelahi memperebutkan air untuk menyiram tanaman. Satu orang meninggal dunia. “Omas dan Rukman cekcok, dipicu soal air yang memang saat ini tengah sulit didapatkan karena kemarau. Keduanya berkelahi dan Omas tewas di tangan Rukman,” kata Komandan Koramil Samarang, Kapten Infanteri Dedi. (YH/MR/JS/AB/WJ/AD/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More