Peluang Emas masih Terbuka

Penulis: (Rul/R-3) Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 01:45 WIB Olahraga
Peluang Emas masih Terbuka

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

TIM para-renang Indonesia masih belum memenuhi ekspektasi target empat emas di Asian Para Games (APG) 2018. Penyebabnya ialah peningkatan klasifikasi pada atlet, yang menjadi salah satu faktor yang merugikan kontingen renang Indonesia.
Hingga kemarin sore, tim renang tuan rumah  mengumpulkan total 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Meski demikian, skuat ‘Merah Putih’ masih belum menyerah.
Para perenang Indonesia masih optimistis dapat mendulang medali emas sedikitnya tiga keping. Berbicara soal peluang, berikut petikan wawancara dengan pelatih tim renang Indonesia, Dimin.

Apakah pencapaian atlet sudah sesuai ekspektasi?
Belum. Karena target kita itu yakni tiga medali emas. Semoga bisa bertambah dari Jendi Panggabean yang akan turun di tiga nomor lagi dan dari Syuci Indriyani yang besok (hari ini) turun.

Apa yang sebetulnya menjadi kendala bagi atlet untuk mencapai target?
Sebetulnya target kita tadi-nya empat medali emas, tetapi ternyata sulit karena klasifika-sinya ada yang naik. Banyak nomor yang kelasnya dinaikkan dan bahkan digabung.
Seperti apa yang terjadi pada Laura Aurelia Dinda, tadinya dia kami targetkan medali emas di nomor 100 meter gaya bebas klasifikasi S5, tetapi ternyata di saat-saat terakhir klasifikasi Laura jadi naik menjadi S6. Kenaikan itu membuat kelasnya harus digabung dengan kelas 6-8 sehingga rivalitasnya menjadi semakin berat.

Bagaimana tanggapan Anda terkait kebijakan kenaikan kelas tersebut?
Kenaikan klasifikasi itu kebijakan dari classifier team. Ini jelas sangat merugikan bagi yang memang menargetkan medali. Tapi kita sebetulnya sudah pertanyakan kenapa seperti ini karena ini merugikan negara dan ini kan kejuaraan multiajang bahwa negara membutuhkan medali.
Tapi mereka menjawabnya enteng saja bahwa ini memang sistem yang dite-rapkan World Para-Swimming. Sebetulnya kami tidak masalah sama sistemnya, tetapi lebih baik kalau mau digabung kelasnya di nonmedali semua. (Rul/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More