Demi Perbaikan Suporter, Arema Terima Sanksi PSSI

Penulis: Daviq Umar Al Faruq Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 20:35 WIB Sepak Bola
Demi Perbaikan Suporter, Arema Terima Sanksi PSSI

ANTARA

CEO Arema FC Iwan Budianto mengaku sanksi yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kepada klubnya diharapkan menjadi sebuah momentum perubahan.

Ke depannya diharapkan muncul perubahan perilaku positif, baik dari klub, panitia pelaksana pertandingan, maupun suporter.

"Jangankan dihukum sampai akhir musim, sejujurnya Arema FC ikhlas jika harus dihukum 10 tahun tanpa penonton dan sanksi lainnya," kata Iwan dalam keterangan resminya, Kamis (11/10).

"Asalkan mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia. Kita siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepak bola kita," tambahnya.

Seperti diberitakan, Arema FC resmi dijatuhi sanksi oleh PSSI. Sanksi itu didapat setelah pengawas pertandingan dan tim pemantau PSSI menemukan beberapa pelanggaran dalam laga Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 Liga 1 Indonesia 2018, Sabtu 6 Oktober 2018.

Beberapa pelanggaran itu antara lain pengeroyokan yang dilakukan suporter Arema terhadap suporter Persebaya serta intimidasi yang dilakukan suporter Arema dengan cara mendekati pemain Persebaya.

Atas kedua pelanggaran ini, Arema diberi sanksi berupa larangan menggelar pertandingan dengan penonton pada laga kandang. Selain itu, suporter Arema juga dilarang memberikan dukungan juga pada saat laga tandang hingga akhir musim kompetisi 2018.

Menanggapi sanksi tersebut, pria yang akrab disapa IB ini menegaskan pihaknya akan menjalani hukuman tersebut dengan kepala tegak. Sebab, sanksi tersebut diakuinya bakal menjadi cambuk untuk perubahan bagi seluruh pihak agar mematuhi regulasi.

"Kita tidak akan mengajukan banding. Namun akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter, utamanya Aremania (suporter Arema FC) agar berubah menjadi lebih baik," pungkasnya.

Saat laga Arema kontra Persebaya akhir pekan lalu, terdapat beberapa perbuatan tidak terpuji yang dilakukan para suporter. Di antaranya teriakan cacian hinaan serta menerobos masuk ke lapangan saat turun minum dan beberapa waktu setelah babak kedua berakhir.

Pelanggaran lainnya, yakni menyalakan flare dan pelemparan botol yang dilakukan suporter Arema FC. Atas pelanggaran ini, Arema didenda Rp100 juta.

Selain kepada klub, Komdis PSSI juga menghukum dua suporter Arema FC, Yuli Sumpil dan Fandy, karena memprovokasi penonton lain dengan cara turun ke lapangan. Keduanya dihukum tidak boleh masuk stadion di wilayah Republik Indonesia seumur hidup. (Medcom/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More