PBNU Minta Polri Fokus Menjalankan Tugas Keamanan Negara

Penulis: Haufan Hasyim Salengke Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 20:25 WIB Megapolitan
PBNU Minta Polri Fokus Menjalankan Tugas Keamanan Negara

NTARA/WAHYU PUTRO A

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk fokus pada tugasnya untuk menciptakan keamanan ketertiban masyarakat dan tak terganggu dengan isu tuduhan suap yang diungkap IndonesiaLeaks.

Said menekankan, Kapolri mengemban tugas berat terkait keamanan negara. Pascasukses melakukan pengamanan Asian Games, Polri sedang menjalankan tugas tidak ringan yaitu Asian Para Games dan Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali.

Yang tak kalah penting, lanjut Said, Polri memiliki tugas berat pengamanan Pemilu Serentak 2019 mendatang.

"Oleh karena itu isu ini saya harapkan kepada Bapak Kapolri supaya tidak usah terpengaruh dan tidak perlu dilayani. Fokus saja dan teruskan saja Kapolri melaksanakan tugas-tugasnya apa lagi di tahun politik ini membutuhkan keamanan yang sangat-sangat sempurna," ujar Said di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (11/10).

Ia melanjutkan, peran kepolisian juga sedang terkuras untuk membantu penanganan bencana di sejumlah kota di Tanah Air. Seperti bencana gempa di Lombok dan Sumbawa, NTB; bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah; dan gempa terbaru di Situbondo, Jawa Timur.

"Itu semua menguras tenagas terutama kepolisian untuk menjaga keamanan. Kita mendoakan semoga Pak Tito Karnavian diberi taufik dan kekuatan lahir batin dalam menjaga tugas yang sangat berat ini," harap Said.

Mengenai isu suap yang menimpa Tito, Said menegaskan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mempertegas tak ada kaitannya Kapolri dengan pelaku suap impor daging Basuki Hariman seperti yang diungkap oleh Indonesia Leaks.

"Kalau yang kita dengar masalah yang menyinggung Kapolri sudah dijawab oleh KPK dan Humas Mabes Polri. Jadi apa lagi? Masalahnya sudah selesai," tandasnya.

Dihubungi terpisah, pengamat komunikasi politik yang juga Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, Emrus Sihombing, mengatakan, klarifikasi Ketua KPK bahwa tidak ada penghilangan barang bukti seperti yang dituduhkan dalam oleh IndonesiaLeaks menunjukkan kasus itu sudah clear.

Ia menduga ada pihak-pihak yang mencoba menggoreng isu atau opini untuk merusak fokus Polri dalam menyelesaikan kasus-kasus yang menyita perhatian nasional, termasuk perkara hoaks Ratna Sarumpaet.

Karena itu ia menyarankan pihak-pihak yang merasa memiliki data dan bukti untuk menunjukkannya, bukan malah beropini di ruang publik.

Seperti diberitakan sebelumnya, IndonesiaLeaks mengungkap temuan adanya pengrusakan buku bank bersampul merah atas nama Serang untuk Noor IR. Buku itu merupakan salah satu barang bukti dalam kasus korupsi yang menjerat CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman dan anak buahnya Ng Fenny. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More