Bidik Medali Paralimpiade

Penulis: (Rul/R-3) Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 00:15 WIB Olahraga
Bidik Medali Paralimpiade

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

SAPTO Yogo Purnomo telah bermimpi lama untuk menjadi manusia tercepat di multiajang Asian Para Games (APG) 2018. Akhirnya impian Sapto menjadi kenyataan.

Bahkan sebagai manusia tercepat untuk atlet disabilitas di kawasan Asia, Sapto dapat meraih medali emas untuk dua nomor, 100 meter T37 dan 200 T37 putra. Bukan hanya merebut dua medali emas, dia sukses memecahkan rekor Asia.  

Untuk nomor 100 meter T37, Sapto mencatatkan waktu 11,49 detik. Dengan catatan waktu yang ditorehkannya, dia mampu melampaui rekor yang dibukukan Yongbin Lian dari Tiongkok.

Dengan dua medali yang direbutnya sekaligus memecahkan rekor Asia, Sapto yang kini menginjak usia 20 tahun ingin menorehkan prestasi di level yang lebih tinggi.

Kini Sapto mempunyai impian untuk merebut medali emas pada multiajang lebih tinggi, yakni di Paralimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.     

“Motivasi saya mengincar emas di sini ialah ingin mengikuti Paralimpiade 2020 di Tokyo soalnya saya ingin sekali mengikutinya,” kata Sapto kepada Media Indonesia beberapa waktu lalu.

“Karena itu, saya sudah puas dengan hasil di sini. Dari yang semula hanya ditargetkan di nomor 100 meter dan 200 meter hanya perak, ternyata saya bisa melampaui target itu dan meraih emas di keduanya,” ujar Sapto.

Ia mengaku sangat bangga saat melihat bendera Merah Putih berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno,  Jakarta.

Kini atlet asli Banyumas, Jawa Tengah, tersebut bertekad untuk mengibarkan Merah Putih di multiajang Paralimpiade Tokyo 2020 mendatang.

“Saya hanya ingin melihat Merah Putih berkibar, Tak masalah saya mendapat perunggu juga yang penting saya ingin melihatnya berkibar di Paralimpiade 2020 nanti,” tegas Sapto.

“Saya ingin merasakan kebanggaan seperti di sini soalnya engga semua orang bisa melakukan hal seperti ini,” paparnya.

Sapto memulai kariernya sebagai atlet paralimpik sejak 2016. Bahkan dia mampu meraih 5 medali emas untuk Jawa Tengah di Pekan Paralimpiade Nasional 2016 silam. (Rul/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More