Meski Pencarian Dihentikan, Basarnas Tetap Siagakan Personel

Penulis: M Taufan SP Bustan Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 19:34 WIB Humaniora
Meski Pencarian Dihentikan, Basarnas Tetap Siagakan Personel

ANTARA

BASARNAS telah berupaya keras melakukan operasi pencarian, pertolongan serta evakuasi di lokasi-lokasi yang teridentifikasi ada korban tertimbun, pun di lokasi yang berdasarkan laporan warga. Selama melakukan operasi, medan terberat terkonsentrasi pada lokasi-lokasi terdampak fenomena likuifaksi, seperti Petobo, Balaroa, dan Jono Oge.

Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo menyampaikan pihaknya mengakhiri operasi evakuasi pada Jumat (12/10) esok. Setelah itu, tugas akan diserahkan kepada Basarnas wilayah Palu.

“Meksi dihentikan, namun kami tetap menyiagakan personel Basarnas dari kantor Palu untuk melakukan asistensi. Dan bila mendapatkan laporan dari masyarakat, mereka akan melakukan evakuasi,” tegas Bambang di Palu, Kamis (11/10).

Melihat kondisi yang sulit, personel lapangan akan sangat memperhatikan aspek keselamatan. Bambang pun menggambarkan kondisi tanah yang labil. Saat mereka menginjakkan kaki, tanah pun amblas.

Sementara, estimasi untuk menyisir lokasi terdampak membutuhkan waktu sekitar lima bulan. Citra satelit menunjukkan luas areal terdampak di Balaroa mencapai 47,8 hektare, Petobo 180 hektare, dan Jono Oge 202 hektare.

“Setelah operasi dinyatakan selesai, Basarnas menyerahkan kepada keputusan pemerintah daerah setempat terhadap para korban yang masih terkubur,” tandas Bambang.

Sebagaimana diketahui, hingga sore ini sebanyak 2.073 jiwa teridentifikasi meninggal dunia. Total itu berdasarkan temuan dari sejumlah lokasi seperti di Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More