Kapitra Ampera Tuntut Amien Rais Minta Maaf

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 19:35 WIB Politik dan Hukum
Kapitra Ampera Tuntut Amien Rais Minta Maaf

MI/Rommy Pujianto

POLITIKUS PDI Perjuangan Kapitra Ampera mengancam akan melaporkan Amien Rais ke polisi. Hal itu menyusul pernyataan Amien yang menyebut Kapolri Jenderal Tito Karnavian terlibat dalam skandal korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kapitra menyampaikan Amien harus meminta maaf ke Tito secara terbuka ke publik. "Saya beri waktu satu minggu sampai Kamis depan (18 Oktober). kalau dia tidak meminta maaf, kami akan laporkan ke polisi," kata Kapitra di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (11/10).

Ia menilai Amien terlalu banyak mengumbar berita palsu alias hoaks terkait pernyataannya itu. Kapitra mengklaim sudah mengecek langsung tudingan Ketua Dewan Kehormatan PAN tersebut ke KPK.

“Saya cek ke KPK, KPK juga menyesali itu. Itu kan (pernyataan) sampah yang dia sebarkan menjadi virus-virus fitnah,” ujarnya.

Kapitra menyesalkan sikap Amien yang kerap mengumbar fitnah. Selaku orang tua, Amien diminta mengakui kesalahannya.

“Saya ingin katakan, (Amien) sebagai orang tua katakan lah jika salah. Kami ingin ingatkan kesalahannya. Jangan atmosfer kita habis dengan pernyataan seperti limbah septic tank hoaks ini semua,” tegasnya.

Sebelumnya, Amien terang-terangan minta Presiden Joko Widodo mencopot Tito sebagai Kapolri. Permintaan itu disampaikan Amien Rais saat akan menjalani pemeriksaan di Markas Polda Metro Jaya.

Sebelum melontarkan pernyataan itu, Amien menyebut akan membongkar kasus di KPK yang diduga melibatkan Tito. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More