Anies Ingin Menata Becak, Satpol PP Tetap bakal Menindak

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 19:30 WIB Megapolitan
Anies Ingin Menata Becak, Satpol PP Tetap bakal Menindak

MI/PIUS ERLANGGA

KEBIJAKAN Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang membolehkan becak beroperasi bertentangan dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum yang masih berlaku. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu berjanji akan tetap menindak becak-becak di Jakarta sesuai amanat Perda tersebut.

"Perdanya belum berubah, bunyinya masih begitu. Berarti ya (becak) ditindak dong. Tetap kita akan pengawasan terus di lapangan," ujar Yani ketika dihubungi, Kamis (11/10).

Aturan mengenai becak di Jakarta tercantum pada Pasal 29 aAyat 1b yang berbunyi, "setiap orang atau badan dilarang mengoperasikan dan menyimpan becak dan/atau sejenisnya".

Meski demikian, Yani mengatakan pihaknya tidak bisa langsung menindak becak tersebut. Satpol PP harus memberikan peringatan terlebih dahulu sebelum melakukan penindakan dengan cara penyitaan.

Terhadap becak yang kini masih beroperasi, seperti di kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara, Yani menuturkan akan melakukan pengawasan terhadap becak-becak yang beroperasi di jalan lingkungan. Mereka, sambung Yani, akan ditindak bila melakukan pelanggaran.

Padahal, jika benar-benar mengacu pada perda, seharusnya becak yang ada di permukiman juga langsung ditindak. Sebab di dalam perda itu, becak tidak dibolehkan beroperasi sama sekali.

Terkait itu, Yani hanya memastikan bahwa Satpol PP tetap akan menegakan Perda Ketertiban Umum. Termasuk dengan menertibkan becak-becak di Jakarta.

"Pokoknya begini, Satpol PP masih bertindak sebagai penegak Perda. Perda tentang Ketertiban Umum bunyinya masih begitu, belum ada yang berubah," ujar Yani.

Namun pernyataan Yani berbeda dengan cerita para penarik becak. Koordinator Serikat Becak Jakarta (Sebaja) Rasdullah mengatakan, para penarik becak di Jakarta tidak lagi takut ditertibkan saat mereka beroperasi. Sebab, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan jajarannya tidak menggusur para penarik becak.

"Alhamdulillah karena Pak Anies tidak menggusur becak lagi. Dulu kita selalu berjuang, alhamdulillah teman-teman becak sekarang bilang sudah merdeka, tidak digaruk lagi, tidak digusur lagi," ujar Rasdullah di Kampung Rawa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Minggu (7/10) lalu.

Untuk mengakomodasi janji politiknya ini, Pemprov DKI Jakarta pun telah mengajukan merevisi Perda Ketertiban Umum agar becak bisa beroperasi di jalan-jalan lingkungan. Namun sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menuturkan tidak akan menyetujui usulan revisi itu.

"Enggak apa-apa. Saya sudah kirimkan suratnya. Kita tunggu jawabannya, karena saya sudah kirim suratnya dari lama," ujar Anies menanggapi sikap Prasetio.

Anies menuturkan selama 10 bulan sejak isu operasional becak ramai dibicarakan, para becak di kawasan perkampungan itu tetap beroperasi. Anies menilai fakta masih adanya becak di lapangan tidak bisa diabaikan dan Pemprov DKI harus menata kehadiran mereka.

"Mereka beroperasi terus loh dan kita yang mengatur. Hanya selama ini kita tidak punya landasan hukum yang kuat, karena itu kita mau buat supaya pengendaliannya bisa punya landasan hukum," pungkas Anies. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More