UNS Siapkan Penghargaan untuk Atlet APG Arianti dan Sugiyanti

Penulis: Ferdinand Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 19:26 WIB Nusantara
UNS Siapkan Penghargaan untuk Atlet APG Arianti dan Sugiyanti

MI/Rommy Pujianto

UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) memberikan apreasiasi kepada Ni Made Arianti dan Sri Sugiyanti yang berhasil menyumbang medali untuk Indonesia di ajang Asian Para Games 2018.

Pimpinan UNS telah menyiapkan penghargaan khusus bagi dua mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) itu.

"Kami akan memberikan penghargaan dan membina agar ke depan lebih baik lagi. Ini pencapaian gemilang bagi fakultas baru FKor (Fakultas Keolahragaan) UNS," kata Wakil Rektor III Darsono di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (11/10).

Ni Made Arianti yang terjun di cabang atletik sudah menyumbangkan dua medali perak. Sementara Sri Sugiyanti satu medali perunggu melalui cabang balap sepeda.

Wakil Dekan III FKIP Sapta Kunta Purnama tidak dapat menyembunyikan rasa gembira atas prestasi yang ditorehkan dua mahasiswanya tersebut. Dia berharap ke depan prestasi mereka akan semakin baik.

"Sebetulnya ada tiga atlet UNS yang tampil di Asian Para Games. Seorang lagi ialah Nanda Mei Sholihah, tapi dia cedera karena terjatuh saat latihan," ujar Sapta.

Pelatih atlet cabang olahraga atletik UNS Kevin Fabiano puas dengan pencapaian Arianti, terutama pada nomor lari 100 meter. Pada awal pertandingan Kevin mengaku hanya menargetkan medali perunggu mengingat lawan yang dihadapi tergolong berat.

"Tapi dia tampil luar biasa," puji Kevin.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More