Jaksa KPK Dakwa PT NKE Rugikan Negara Rp25 Miliar

Penulis: Golda Eksa Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 19:14 WIB Politik dan Hukum
Jaksa KPK Dakwa PT NKE Rugikan Negara Rp25 Miliar

Ilustrasi--thinkstock

PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) didakwa terlibat praktik lancung terkait lelang proyek pembangunan RS Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana TA 2009-2010. PT NKE yang semula bernama PT Duta Graha Indah (DGI) merupakan korporasi pertama yang diproses di pengadilan tindak pidana korupsi.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi Lie Putra Setiawan menyebut adanya keterlibatan beberapa pihak yang sepakat untuk menetapkan PT NKE sebagai pemenang lelang, di antaranya M Nazaruddin.

"Perbuatan ini telah memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi, hingga memperkaya terdakwa (NKE) sebesar Rp24,778 miliar," ujar Lie Putra saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/10).

Tim penuntut umum membeberkan pelanggaran hukum tersebut turut memperkaya Nazaruddin berikut beberapa perusahaan yang dikendalikannya, seperti PT Anak Negeri, PT Anugerah Nusantara, dan Grup Permai sejumlah Rp10,290 miliar. Walhasil, negara pun diperkirakan merugi hingga Rp25,953 miliar.

Bahkan, PT NKE yang dibantu Nazaruddin juga dipilih sebagai korporasi penyedia barang dan jasa untuk sejumlah proyek lain, seperti Wisma Atlet Jakabaring, Palembang; Gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran Surabaya; Gedung Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram, NTB; dan Gedung RSUD Sungai Daerah, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar.

PT NKE pun diketahui mengerjakan proyek Gedung Cardiac di RS Adam Malik, Medan, Sumut; Paviliun RS Adam Malik, Medan; dan RS Tropis Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur. Atas bantuan itu, Nazaruddin menerima fee miliaran rupiah dari PT NKE. Bahkan, PT NKE juga memberikan fee Rp1,164 miliar kepada Rizal Abdullah selaku panitia pengadaan.

Jaksa KPK mendakwa PT NKE melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 atau Pasal 3 UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 KUHP.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More