Pemprov Jatim: Rehabilitasi Gempa Tuntas Dalam Tiga Minggu

Penulis: Faishol Taselan Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 19:09 WIB Nusantara
Pemprov Jatim: Rehabilitasi Gempa Tuntas Dalam Tiga Minggu

Dok. MI

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur menargetkan semua kerusakan akibat gempa yang menimpa Kepulauan Sapudi, Madura, Jawa Timur, tuntas dalam waktu tiga minggu.

Seluruh korban luka, baik berat maupun ringan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Jatim. Sementara, korban meninggal dunia akan mendapat santunan Rp5 juta.

"Saya targetkan dalam tiga minggu, semua bangunan yang terkena gempa selesai dikerjakan," kata Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, Kamis (11/10).

Saat ini, pemprov sedang menghitung jumlah kerugian, serta estimasi jumlah anggaran yang akan dikeluarkan untuk biaya perbaikan.

Karena itu, Soekarwo mengandeng Pasukan Zenit Kodam V Brawijaya untuk terjun ke lapangan. Mereka yang akan membangun semua kerusakan akibat gempa.

"Sedang dihitung, serta menerjunkan tim ke Pulau Sapudi untuk melihat kerusakan, baru kemudian kalkulasi anggaran yang dibutuhkan," tuturnya.

Perbaikan serupa juga dilakukan bagi rumah di daerah terdampak lainnya, seperti Probolinggo, Situbondo, Sumenep. BPBD Jatim sedang mendata jumlah kerusakan di masing masing daerah tersebut.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More