Polres Jakbar Buru Buronan Pencurian Motor

Penulis: Antara Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 18:45 WIB Megapolitan
Polres Jakbar Buru Buronan Pencurian Motor

MI/ATET DWI PRAMADIA

ANGGOTA Polres Metro Jakarta Barat memburu dua buronan pencurian sepeda motor dari tujuh tersangka yang telah tertangkap.

"Masih ada dua tersangka DPO (daftar pencarian orang) lainnya, mereka adalah pemetik atau pengambil motor," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Edi Suranta Sitepu, di Jakarta, Kamis (11/10).

Penangkapan tujuh tersangka tersebut berawal dari adanya laporan salah seorang korban berinisial DH, yang mengaku dirampok saat berada di Jalan S Parman sebelum pintu masuk Taman Catleya, Tomang, Jakarta Barat, pada 3 September.

Edi memaparkan, tujuh dari sembilan sindikat pencurian motor Jakarta Barat yang tertangkap terdiri dari pemetik dan penadah curian motor yang kerap beraksi di 100 lebih tempat kejadian perkara (TKP) di Jakarta Barat.

Tujuh orang tersebut terdiri dari empat pemetik motor yakni David Yanuar, Muhayar Satria Sigit alias Bokel, Muhammad Wahyu Alqodri alias Ires, dan Bayu Sunarto Putra alias Nyimeng. Selain itu, tiga orang sisanya bertugas sebagai penadah yakni Syaiful Rahman, Heriyanto, dan Yayan Prasetyo.

Edi memaparkan, dua di antara pelaku yang tertangkap merupakan residivis yakni Muhayar Satria Sigit alias Bokel pernah terjerat hukum kasus pencurian motor, sedangkan Syaiful Rahman pernah terjerat kasus narkoba.

Saat penangkapan, tiga tersangka yakni Muhayar Satria Sigit alias Bokel, Syaiful Rahman, dan Heriyanto dilumpuhkan polisi karena melawan petugas saat ditangkap.

"Sementara, kami masih melakukan pencarian terhadap tersangka berinisial TL alias TO dan BY," tandasnya.

Kepala Unit Kriminal Umum Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Polisi Rulian Syauri menjelaskan, para pelaku merupakan spesialis pencurian dengan kekerasan. Modus yang dilakukan dengan memepet korban, berpura-pura tanya alamat, memukul, kemudian membawa lari motor serta harta korban.

"Motor hasil curian dijual oleh para tersangka ke penadah yang ada di Pati, Jawa Tengah, dijual dengan harga tinggi kalau kondisi motor masih baik dan bagian kunci tidak rusak," ujar Rulian melanjutkan.

Hasil curi satu motor berkisar paling tinggi seharga Rp11-12 juta, ada juga yang harganya sekitar Rp8 juta.

Saat para pelaku mendapatkan motor curian, langsung mengirim motor ke Pati dengan cara dititipkan bus antarkota antarprovinsi.

Dari para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 15 sepeda motor, lima STNK, dua kartu ATM, dan 12 handphone. Rulian mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor untuk dapat mengambil di Polres Metro Jakarta Barat dengan membawa dokumen kepemilikan asli.

"Apabila nanti kendaraannya sesuai dengan dokumen pemilik, maka motor tersebut kita serahkan kepada pemilik," tambahnya.

Akibat perbuatannya, empat pelaku dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 penjara sedangkan tiga pelaku yang menjadi penadah dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.  (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More