Megaproyek 88Avenue Ditarget Rampung 2019

Penulis: Denny Susanto Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 15:10 WIB Ekonomi
Megaproyek 88Avenue Ditarget Rampung 2019

Ist

PEMBANGUNAN tahap pertama Megaproyek 88Avenue Tower The Residence dan The Soho Surabaya ditargetkan rampung pada Agustus 2019 mendatang.

Minat konsumen membeli dan berinvestasi bidang properti masih cukup besar dan tidak berhubungan langsung dengan penguatan nilai dolar.

88AVENUE tower The Residence dan The SOHO berlokasi di Jalan Raya Darmo Permai III, Kavling 88, CBD Segi 8 Kota Surabaya, Jawa Timur.

Seremonial topping off dilakukan, Rabu (10/10) kemarin, yang dipimpin oleh Business Development Director PT Waskita Karya Realty, Luki Theta H, serta dihadiri Technical and Operation Director PT Waskita Karya Realty, Tri Hartanto, Direktur PT Darmo Permai Kevin Sanjoto, perwakilan kontraktor serta manajemen konstruksi dan tim proyek 88Avenue.

"Kami bersyukur dapat melaksanakan topping off yang menandai makin dekatnya tahap akhir pembangunan. Sekaligus ini merupakan bentuk komitmen kami kepada konsumen dalam penyelesaian pembangunan 88Avenue. Dan kami berjanji akan terus memberikan yang terbaik bagi konsumen hingga serah terima," ujar Luki, Kamis (11/10).

Megaproyek 88Avenue memiliki 8 tower yakni 1 tower SOHO, 6 tower residence, serta 1 tower office yang berkelas internasional dengan tagline 'World Class Wonder' hasil dari kerja sama antara PT WK Realty dan PT Darmo Permai.

88Avenue dibangun di atas lahan seluas 3,4 hektare oleh arsitek legendaris dunia Tange Associates Jepang yang dilengkapi dengan
28++ Fasilitas yang dapat meningkatkan kualitas hidup penghuninya.

Direktur PT Darmo Permai, Kevin Sanjoto, menjelaskan, sampai saat ini unit-unit di tower The Residence berlantai 38 telah laku terjual 80%, sedangkan unit SOHO berlantai 17, terjual 60%. Para pembeli didominasi warga Surabaya (60%), selanjutnya Jakarta (20%), dan Indonesia Timur (20%).

Untuk pembangunan 2 tower tersebut, Kevin menyebut, nilai investasinya sebesar Rp1,2 triliun. Sedangkan 8 tower secara keseluruhan nilai investasinya Rp3 triliun.

Terkait dengan penguatan nilai dolar terhadap rupiah, Kevin mengatakan, memang biasanya mempengaruhi biaya konstruksi. Namun, karena 2 tower sudah topping off sehingga efek penguatan nilai dolar hanya sedikit.

"Sebenarnya minat konsumen membeli properti masih cukup besar dan tidak berhubungan langsung dengan penguatan nilai dolar. Apalagi untuk properti yang memang memiliki nilai investasi tinggi, misalnya berada di kawasan strategis dan nilai jual tanah di lokasi terus meningkat, pasti akan dicari," ujarnya.

Meski tahun depan diwarnai hajatan politik atau pemilihan presiden, diprediksi di akhir 2019, pasar properti sudah membaik. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More