Alumni 212 Siap Bergabung dengan Ahokers Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 17:35 WIB Politik dan Hukum
Alumni 212 Siap Bergabung dengan Ahokers Dukung Jokowi-Ma

MI/Susanto

SEJUMLAH tokoh alumnus gerakan aksi bela Islam 212 mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon presien dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

Kelompok yang menamakan diri eks 212 Kawal Kiai Ma’ruf Amin itu menilai, tidak masalah jika harus bergabung dengan pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk mendukung Jokowi-Amin.

“Masalah Ahokers (sebutan pendukung Ahok) yang mendukung Jokowi-Amin, Alhamdulillah. Kemudian kami dari eks 212 bela Ma'ruf Amin dan Pak Jokowi ini juga enggak masalah, tidak masalah,” kata Koordinator eks 212 Kiai Ma’ruf Amin, Razman Arief Nasution di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (11/10).

Diketahui, sejumlah Ahokers telah mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Amin di Pilpres 2019. “Ini kan sangat fleksibel. Kita bisa bekerjasama dengan siapapun. Dan kami berjalandan Insya Allah sampai ke daerah-daerah. Ini akan dibentuk di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Aksi gerakan bela islam pada Desember 2016 lalu itu diketahui sebagai bentuk protes ke Ahok yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta telah menista agama islam.

Ahok telah divonis 2 tahun penjara. Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama karena pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

“Aksi bela islam itu kan aksi demo ke Ahok atas apa yang diucapkan, dia telah menjalankan konsekuensinya melalui proses hukum. Bagi kami itu selesai. Tidak ada dendam diantara kita,” ujar Razman. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More