Waketum Gerindra: Prabowo Mesti Seperti Trump

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 17:12 WIB Politik dan Hukum
Waketum Gerindra: Prabowo Mesti Seperti Trump

MI/ANGGA YUNIAR

WAKIL Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono mengatakan berharap Prabowo dapat contoh gaya memimpin Presiden AS Donald Trump bila terpilih jadi Presiden di pemilu 2019 mendatang. Trump dikatakan Poyuono merupakan sosok pemimpin hebat yang dapat melindungi negaranya.

"Oh begini ya, kalau saya sih melihat Trump ya, kalau presiden saya itu Donald Trump, kayak mirip Donald Trump, saya bangga sebagai orang Indonesia," ujar Poyuono, di gedung DPR, Jakarta, Kamis, (11/10).

Poyuono mengatakan, Trump selalu mengedepankan negara dan bangsanya. Dia melakukan perang dagang di China untuk memproteksi industri Amerika di sana.

"Saya bangga kalau presiden kita kaya Donald Trump. Kaya misalnya Prabowo nanti kaya Donald Trump gitu kan," ujar Poyuono.

Meski begitu, dirinya menolak jika dikatakan kubu Prabowo juga akan mengikuti cara Donald Trump dalam berkampanye. Ia mengatakan, ada perbedaan budaya dan kondisi antara masyarakat Indonesia dan Amerika.

"Tidak, tidak ditiru. Beda budaya di Amerika beda di sini," ujar Poyuono.

Seperti diketahui, sebelumnya sempat beredar isu yang menyebutkan jika kubu Prabowo menggunakan konsultan kampanye yang sama dengan yang digunakan Trump ketika maju dalam pemilu Amerika Serikat. Kubu Prabowo juga diduga menggunakan cara kampanye yang sama, yakni sengaja menciptakan kabar palsu Ratna Sarumpaet, sebagai bagian dari Teknik Propaganda 'firehose of the falsehood'. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More