Misi Kampanye Bahasa Trio Jazz Nonaria

Penulis: Fathurrozak Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 17:05 WIB Weekend
Misi Kampanye Bahasa Trio Jazz Nonaria

Instagram @nonariamusic
Trio jazz Nonaria.

Trio jazz Nonaria yang digawangi Nesia Medyanti Ardi, Nanin Wardhani, dan Yasintha Pattiasina ini belum lama mendapat penghargaan Artis Jazz Vokal Terbaik lewat lagu Antri Yuk dari Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2018. Kini mereka juga tengah bersiap untuk menggodok workshop album kedua mereka.
 
Tahun pertama berkarya sebagai grup jazz dan langsung mendapat piala di ajang penghargaan musik tertinggi Indonesia tentu menjadi suatu anugerah bagi trio ini. Mereka pun menerimanya dengan sangat gembira dan menjadikan anugerah tersebut sebagai lecutan untuk karya terbaru mereka.
 
"Ini jadi pacuan untuk kita lebih baik lagi, berkarya terus. Kami enggak nyangka, baru keluarin album aja awal tahun ini, memang kami ngerjainnya sepenuh hati, seneng banget, dan bersyukur," terang Nesia Medyanti Ardi, atau akrab disapa Ines, saat ditemui di kawasan Kota Tua, Sabtu, (6/10).
 
Konsisten soal kualitas, bagi Nonaria adalah juga menjaga lirik-lirik yang jenaka dan diksi unik. Pendengar Nonaria pastinya sudah akrab dengan karakter tersebut.
Bukan sekadar ingin tampil beda, grup yang memang berkiblat pada musik era 50 hingga 70-an ini mengaku ini punya misi khusus lewat lirik tersebut. Mereka ingin mengampanyekan bahasa Indonesia ke para pendengarnya.
 
"Biar sesuai konsep, liriknya juga harus yang misalnya, kata tanak di zaman sekarang udah enggak ada yang bilang tanak, seringnya pakai kata matang. Kata yang udah nggak populer lagi, kita bawa, biar pendengar tahu," tambah Ines.
 
Menurut Yasintha, banyak kata di bahasa Indonesia yang kurang populer, namun sebenarnya ada. Ia pun menganggap bahasa Indonesia merupakan bahasa yang indah dan sederhana. "Sebenarnya indah, semua kalau dindgar indah, dibuat nyanyi menyenangkan, kenapa enggak bikin sesutu yang sederhana, dan semua ada di bahasa Indonesia, cuma enggak pernah dipakai. Kita seneng kok, karena kita orang Indonesia, bukan berarti kita membatasi pakai bahasa lain, tapi itu memang konsep kita seperti itu," kata Yasintha.
 
Gemar Baca
 
Untuk urusan bahan bacaan, rupanya para personel Nonaria punya jenis bacaan favorit masing-masing. Yasintha, diakuinya lebih menyukai jenis fiksi, seperti karya-karya milik Fira Basuki, dan Ayu Utami. "Saya juga suka Mira W. sebenarnya, jadul banget ya, haha.. menurut saya itu keren. Kalau bahan bacaan yang belum lama ini, aku lagi baca The Help, aku penggesek biola tersebut.
 
Sementara, pianist Nonaria, Nanin mengungkap perubahan jenis bacaannya. Dulu ia lebih menggemari jenis fiksi. Namun, kini menurutnya ia lebih banyak membaca buku-buku psikologi. "Kalau sekarang lebih ke buku-buku self help, psikologi populer, karena bisa diterapin untuk menghadapi kehidupan," sambung Nanin.
 
Sementara, sang vokalis, Ines lebih menyukai bacaan yang menurutnya aneh, namun bisa membuka pemahaman baru. "Lagi baca Homo Sapiens, bagus banget. Suka baca yang kayak gitu, kasih informasi menarik. Aku juga baca History of God terus kayak enggak kuat, haha.. tapi jadi seru untuk tahu pemikiran orang lain. Seru aja baca yang rada aneh." (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More