Gempa Beruntun di Indonesia, Penguatan Mitigasi Bencana Mendesak

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 16:51 WIB Humaniora
Gempa Beruntun di Indonesia, Penguatan Mitigasi Bencana Mendesak

MI/SUSANTO

BENCANA gempa bumi yang terjadi di berbagai lokasi di Indonesia seperti Lombok, Palu, dan yang terbaru di Situbondo harus dijadikan harus dijadikan momentum untuk menguatkan kapasitas mitigasi bencana. Dengan demikian, potensi kerusakan infrastruktur dan korban jiwa dapat diminimalisasi.

“Indonesia berada di lokasi yang rawan terhadap potensi bencana alam seperti gempa bumi sehingga hal ini harus benar-benar disikapi secara serius agar upaya mitigasi kebencanaan dapat lebih ditingkatkan sehingga dapat kerusakan dan korban jiwa dapat diminalisasi” ujar Pelaksana tugas Deputi Bidang Koordinasi Dampak Bencana dan Kerawanan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sonny Harry Harmadi melalui siaran pers, hari ini.

Menurut Sonny, hal terpenting dalam upaya mitigasi bencana ialah kualitas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Untuk menunjang upaya penguatan mitigasi bencana nasional, RTRW harus sesuai dengan peta kerawanan bencana.

“RTRW ini harus disusun secara rinci dan juga mempertimbangkan aspek mitigasi bencana” tegas Sonny.

Sejauh ini, Kemenko PMK terus melakukan koordinasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Badan Geologi, Kementerian PUPR dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar RTRW benar-benar disusun dengan baik sehingga dapat menunjang penguatan kapasitas mitigasi bencana. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More