PKPI: Amien Rais Dimuliakan, Bukti Polisi Profesional

Penulis: Antara Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 16:41 WIB Politik dan Hukum
PKPI: Amien Rais Dimuliakan, Bukti Polisi Profesional

MI/PIUS ERLANGGA

PARTAI Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menilai pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais yang merasa dimuliakan penyidik Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa Polisi telah bertindak profesional.

"Pernyataan yang disampaikan Pak Amien Rais itu adalah pernyataan jujur yang dapat meredakan ketegangan dari para pendukungnya," kata Sekretaris Jenderal PKPI, Verry Surya Hendrawan, melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Kamis.

Menurut Verry, pernyataan Amies Rais tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Polisi selalu bertindak profesional dalam menangani kasus hukum apa pun dan kepada siapa pun.

Soal massa yang mengawal jalannya pemeriksaan terhadap Amien Rais di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, untuk meminta keterangan terhadap kasus hoaks Ratna Sarumpaet, menurut Verry, Amien Rais sebagai tokoh reformasi yang memperjuangkan penegakan supremasi hukum, tentu saja memahami bahwa menggunakan tekanan massa terhadap proses hukum akan menciderai semangat reformasi.

"Masyarakat akan memberikan penilaian kurang baik. Hal ini justru tidak menguntungkan bagi posisi Pak Amien Rais," katanya. Verry menegaskan, PKPI meyakini bahwa Kepolisian akan selalu bertindak profesional dan obyektif. PKPI, kata dia, juga mengimbau para pendukung Amien Rais untuk selalu mengedepankan prasangka baik terhadap proses yang hukum sedang berlangsung.

Verry juga menegaskan, PKPI mendukung penuh niat ?Amien Rais untuk membongkar semua kasus korupsi dan hal ini harus menjadi semangat bersama. "Namun yang menjadi tanda tanya bagi PKPI, kepada Pak Amien Rais baru tergugah ingin membongkar kasus korupsi pada saat dimintai keterangan oleh Polisi," katanya.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini berharap, semua keinginan Amien Rais untuk membongkar kasus korupsi ini bukan skenario untuk melakukan barter, apalagi untuk mempolitisasi hukum.

"Semoga prasangka beberapa pihak tersebut adalah salah. Rakyat selalu menilai apa pun yang elit politik peragakan di depan publik, dan jenuh dengan berbagai manuver politik para elit yang melukai rasa keadilan," katanya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More