Fasilitas Merpati Akan Difungsikan jadi Pusat Perawatan Pesawat Militer

Penulis: Antara Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 16:37 WIB Politik dan Hukum
Fasilitas Merpati Akan Difungsikan jadi Pusat Perawatan Pesawat Militer

FOTO ANTARA/Eric Ireng

MERPATI Maintenance Facility (MMF) yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur, akan dijadikan sebagai pusat perawatan pesawat militer.

"Kita kembangkan untuk basis perawatan pesawat militer atas permintaan," kata Direktur Bisnis & Base Maintenance GMF, Tazar Marta Kurniawan saat peninjauan ke fasilitas perawatan roda pendaratan di Tangerang, hari ini.

Dia mengatakan rencananya tahun depan sudah bisa digunakan, hanya saat ini masih menunggu otorisasi dari Federal Aviation Administration (FAA) dan European Aviation Safety Agency (EASA).

Proses perawatan pesawat militer akan bekerja sama dengan Garuda Maintenance Facility (GMF AeroAsia) yang sudah dilakukan sejak 2016. "Rencana kita dipusatkan di sana, kemarin baru ditambahkan dengan adendum kerja sama dengan Merpati," katanya.

Dalam kerja sama tersebut, Tazar menjelaskan, GMF akan menggunakan dua line dari total empat line yang dimiliki MMF. MMF, lanjut dia, akan tetap difokuskan untuk perawatan mesin pesawat baling-baling, yaitu turboprop.

"Modifikasi kita menjadikan pesawat penumpang menjadi pesawat kargo, seperti untuk di Jayawijaya itu, kemudian kita kembangkan basis perawatan pesawat militer," katanya.

Secara legalitas, lanjut dia, GMF sudah mengantongi izin dari Kementerian Pertahanan sebagai industri perawatan pesawat militer. "Sebenarnya GMF sendiri secara organisasi sudah dianggap oleh Kemenhan sebagai industri MRO pertahanan," katanya.

Sejak beberapa tahun belakangan, lanjut dia, MMF sebetulnya sudah melakukan perawatan pesawat militer, namun untuk jenis pesawat kecil, seperti helikopter. "Kita sudah pernah melakukan 'heavy check' di sana untuk pesawat ATR, tapi belum ada 'EASA approval'," katanya.

Dia menargetkan setelah seluruh proses selesai, akan segera dilakukan
pengerjaan perawatan. "Insya Allah secepatnya, begitu dapat pesanan, kita kerjakan di sana," katanya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More