Ketua DPR Beri Dukungan untuk Kapolri

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 16:29 WIB Politik dan Hukum
Ketua DPR Beri Dukungan untuk Kapolri

MI/MOHAMAD IRFAN

KETUA DPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Kapolri Tito Karnavian untuk tetap fokus bekerja sesuai tupoksinya. Tak perlu larut ataupun terganggu atas isu adanya dugaan aliran dana dari Basuki Hariman dalam kasus impor daging kepada dirinya.

Bamsoet mengatakan, dari penjelasan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasito, Polri sudah meminta keterangan dari saudara Basuki Hariman mengenai hal tersebut. Basuki mengakui jika dirinya tidak pernah memberikan dana kepada Kapolda Metro Jaya yang ketika itu dijabat oleh Tito Karnavian. Selain itu, pimpinan KPK juga sudah menegaskan tidak bisa melanjutkan isu ini lebih lanjut.

"Kita tentu percaya integritas KPK dalam menangani kasus hukum. Jika tidak ada bukti yang kuat, tidak mungkin KPK bisa melanjutkan proses hukum sebagaimana mestinya," ujar Bamsoet, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10).

Dikatakan Bamsoet, Basuki Hariman juga sudah menjalani persidangan. Dalam persidangan, tidak ada fakta hukum yang menguatkan kebenaran isu tersebut. Bahkan, yang bersangkutan sudah menjalani proses hukum sebagaimana ketentuan perundang-undangan.

Dengan demikian, dikatakan Bamsoet, Kapolri Tito Karnavian dan jajarannya tak perlu menghabiskan banyak energi menanggapi isu ini. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh Polri. Antara lain pengamanan berbagai event internasional seperti Asian Para Games 2018, Annual Meeting IMF-World Bank di Bali, Natal dan Tahun Baru 2019, serta yang sangat penting menyangkut pengamanan Pemilu 2019.

"Jangan sampai isu ini membuat semangat Polri mengendur. Rakyat menaruh harapan besar kepada Polri untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan masyarakat," ujar Bamsoet.

Terbukti sejak dipimpin Jenderal Tito Karnavian pada tahun 2016, kinerja Polri terus mengalami peningkatan yang signifikan. Survei Litbang Kompas per akhir Juni 2016, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 63,2%. Naik menjadi 70,2% pada Oktober 2017. Kemudian meningkat tajam pada Juni 2018 menjadi 82,9%, tertinggi semenjak era reformasi tahun 1999.

"Kapolri Tito Karnavian harus menjadikan kejadian ini sebagai pelecut. Jangan justru menjadi pematah semangat," tutup Bamsoet. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More