Tanpa Bukti Pendukung Tuduhan Suap terhadap Kapolri tidak Bermakna

Penulis: Haufan Hasyim Salengke Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 15:51 WIB Megapolitan
Tanpa Bukti Pendukung Tuduhan Suap terhadap Kapolri tidak Bermakna

MI/Rommy Pujianto

KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan dugaan suap yang menyeret nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian seperti diungkap IndonesiaLeaks tidak disertai bukti pendukung, sehingga diangap sebagai sebuah catatan tanpa makna.

"Terkait catatan dalam buku akan menjadi lebih berarti apabila didukung dengan bukti-bukti lain seperti bukti transfer, pengakuan kurir, pengakuan penerima, keberadaan uangnya sendiri atau sudah berubah menjadi barang," ujar Sekretaris Kompolnas Bekto Suprapto kepada Media Indonesia, Kamis (11/10).

Tanpa bukti lain yang mendukung, lanjutnya, tuduhan yang termuat dalam investigasi IndonesiaLeaks tak lebih dari sekadar catatan dan kurang bermakna dalam proses penyidikan.

Terlebih lagi adanya pernyataan dari Ketua KPK Agus Rahardjo yang mengatakan KPK tidak punya bukti tentang perusakan buku merah tersebut. Hal itu diperkuat dengan pemeriksaan rekaman CCTV di KPK, saksi-saksi, dan pemeriksaan pengawas internal KPK.

"Dengan kata lain catatan tanpa didukung dengan bukti-bukti lain tidak dapat menjadi alat bukti dalam sistem peradilan pidana," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, IndonesiaLeaks mengungkap temuan adanya pengrusakan buku bank bersampul merah atas nama Serang untuk Noor IR. Buku itu adalah salah satu barang bukti dalam kasus korupsi yang menjerat CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman dan anak buahnya Ng Fenny.

Di sana diungkap dua penyidik KPK yang merupakan perwira aktif Polri, Komisaris Besar Roland Ronaldy dan Komisaris Harus, merobek 15 lembar catatan transaksi dalam buku tersebut.

Keduanya diduga membubuhkan tip ex untuk menghapus sejumlah nama penerima uang dari perusahaan Basuki Hariman tersebut. Hal tersebut terekam dalam CCTV di ruang kolaborasi lantai 9 Gedung KPK pada 7 April 2017.

Adapun salah satu nama yang tertera di buku merah itu disebutkan adalah Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kepala Polda Metro Jaya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More