Bantu Rekonstruksi Sulteng, Palestina akan Kirim Tim

Penulis: Sonya Michaella Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 16:15 WIB Internasional
Bantu Rekonstruksi Sulteng, Palestina akan Kirim Tim

MUHAMMAD RIFKI / AFP

MEMBANTU para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Palestinian International Cooperation Agency (PICA) akan mengirim sekitar 24 anggotanya untuk membantu rekonstruksi Sulteng pascagempa.
  
"Kami siap untuk membantu membangun Sulteng kembali. Rencananya, kami akan mengirimkan sekitar 24 orang yang masing-masing dengan keahliannya untuk membangun Sulteng kembali," kata Direktur PICA Imad Al Zuhairi, di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Kamis (11/10).
 
"Tim yang akan kami kirimkan merupakan tim profesional di bidangnya. Kami tahu bagaimana membangun kembali dengan didukung sejumlah ahli," lanjut dia.
 
Namun, mendengar wilayah Palu, Donggala, dan wilayah lainnya belum bisa diakses, Zuhairi masih memiliki rencana lain untuk membantu Sulteng.
 
"Jika tidak memungkinkan kami ke sana, mungkin kami akan memobilisasi dan membantu mendistribusikan bantuan ke Sulteng," ungkap dia.
 
Zuhairi pun menegaskan, PICA merupakan organisasi masyarakat yang didukung penuh oleh pemerintah. Di Palestina, tak ada perbedaan organisasi kemanusiaan mana yang didukung dan tidak didukung pemerintah.
 
"Apa yang kami berikan untuk Indonesia berasal dari rakyat dan Pemerintah Palestina. Kami bersatu untuk membangun Sulawesi Tengah kembali dan membantu Indonesia," ucap dia.
 
Saat ini, sekitar 20 truk bantuan Palestina telah tiba di Jakarta. Bantuan-bantuan ini terdiri dari tenda, air bersih, bahan makanan, generator dan keperluan anak-anak serta bayi.
 
Selanjutnya, bantuan ini akan didistribusikan melalui Pemerintah Indonesia, karena akses masuk ke Palu masih belum memungkinkan. (Medcom/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More