Pemerintah Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Sulteng

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 15:36 WIB Nusantara
Pemerintah Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Sulteng

MI/ADAM DWI

MASA tanggap darurat bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah yang berakhir hari ini akan kembali dibuka pada 13 Oktober hingga 14 hari mendatang.

"Hari ini pukul 09.00 WITA para pemangku kebijakan mengadakan rapat gabungan dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Tengah menyimpulkan bahwa masa tanggap darurat akan kembali dibuka selama 14 hari dari 13 Oktober hingga 26 Oktober," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (11/10).

Sementara itu, karena permintaan warga proses evakuasi yang sedianya diakhiri hari ini akan diperpanjang hingga besok. Basarnas dan tim SAR gabungan masih akan melakukan evakuasi pencarian korban hingga sore hari.

Sutopo menyebut pemerintah melarang masyarakat yang ingin tetap mencari anggota keluarganya yang belum ditemukan karena tertimbun. Sebabnya, kondisi jenazah telah rusak karena membusuk dan berpotensi menimbulkan penyakit.

Sementara itu dari gempa berkekuatan 7 4 skala Richter pada 28 September lalu, korban jiwa yang ditemukan adalah 2.073 jiwa dan 10.679 korban luka-luka. Sementara jumlah pengungsi sebanyak 87.728 orang. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More