Anies: Guru Yang Doktrin Siswa Anti-Jokowi Diberi Proses Pendisiplinan

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 13:52 WIB Humaniora
Anies: Guru Yang Doktrin Siswa Anti-Jokowi Diberi Proses Pendisiplinan

MI

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan guru SMAN 87 Jakarta yang diduga mendoktrin siswanya anti-Jokowi akan dinonaktifkan.

"Akan ditarik segera, akan dihentikan dari mengajar di kelas, kalau status kepegawaian ada aturannya," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (11/10).

Namun untuk status kepegawaiannya, Anies menuturkan ada proses yang mesti diikuti. Untuk sementara ini guru yang bersangkutan tidak boleh berinteraksi dengan siswanya dulu.

"Kalau ada guru yang bermasalah dengan siswa, tarik dari sekolah, tarik dari kelas dulu. Tidak berinteraksi dengan siswa. Ada proses pendisiplinan sehingga aman buat semua," tutur Anies.

Informasi ini viral di media massa dari pihak yang mengaku sebagai orang tua murid SMAN 87. Menurutnya, anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan guru N di masjid dan ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Masih dalam aduan itu, si pengadu menjelaskan guru N menyebut banyak korban yang bergelimpangan akibat gempa merupakan salah Jokowi. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More