Warga Kota Palu Sebaiknya Direlokasi

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 11:49 WIB Humaniora
Warga Kota Palu Sebaiknya Direlokasi

ANTARA

DEPUTI Bidang Informasi Geospasial Dasar Badan Informasi Geospasial (BIG) Mohamad Arief Syafi'i mengungkapkan sebagian besar masyarakat di Kota Palu, Sulawesi Tengah yang tinggal di beberapa lokasi perlu direlokasi ke wilayah lain. Hal itu berdasarkan analisis geospasial yang dilakukan BIG.

Arief dalam media gathering bertema Pemanfaatan Informasi Geospasial dalam Mitigasi Bencana di Jakarta Selatan, kAMIS (11/10), mengungkapkan Kota Palu dan area Pulau Sulawesi sebenarnya dikepung empat lempeng yakni Eurasia, Pasifik, Australia, dan Filipina.

"Karena itulah wilayah Palu yang berada di titik tengah memang menjadi cukup rawan hingga bahkan sampai terjadi likuifaksi di beberapa titik. Sebaiknya di titik yang sudah likuifaksi itu direlokasi," kata Arief.

Arief menuturkan kemungkinan tidak hanya di daerah yang terkena likuifaksi pascagempa berkekuatan 7,4 skala Richter pada 28 September lalu yang warganya harus direlokasi tetapi juga warga di beberapa daerah lain.

"Karena gempa besar di Sulawesi yang kemarin terjadi bukan yang pertama kali. Sebelumnya sudah pernah ada gempa besar juga. Siklusnya biasanya puluhan hingga ratusan tahun tetapi tetap harus dicegah dari sekarang," terangnya.

BIG, menurut Arief, telah memetakan secara lengkap kebencanaan di Indonesia yang dibuka secara gratis bagi pemerintahan dan berbayar bagi pihak swasta.

Data-data pemetaan ini sesungguhnya bisa dimanfaatkan pemda maupun kementerian dan lembaga guna dijadikan dasar penetapan aturan tentang rencana tata ruang dan wilayah serta perencanaan baik pra maupun saat tanggap darurat kebencanaan.

"Data kami buka luas untuk dimanfaatkan pemerintah maupun pemda dalam menyusun kebijakan kependudukan dan wilayah," terangnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More