Bangunan Tidak Tahan Gempa, Korban Gempa Jatim Diprediksi Bertambah

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 10:20 WIB Humaniora
Bangunan Tidak Tahan Gempa, Korban Gempa Jatim Diprediksi Bertambah

ANTARA/Polres Sumenep
Petugas TNI dan Polri mendata rumah warga yang terdampak gempa di Kecamatan Nonggunong, Kepulauan Sepudi, Sumenep, Jatim, Kamis (11/10/2018).

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksikan adanya potensi korban baik meninggal maupun luka-luka akibat gempa bumi yang mengguncang Jawa Timur dini hari tadi bertambah.

Sebab, sama halnya dengan kondisi di wilayah-wilayah yang terdampak gempa lainnya seperti Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat, wilayah di Jatim memiliki pemukiman tidak tahan terhadap gempa.

"Hingga saat ini terus dilakukan pendataan terhadap korban. Sejauh ini dilaporkan tiga orang meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan tempat tinggal," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10).

Gempa berkekuatan 6,3 skala Richter yang terjadi pada pukul 01.44 WIB di Situbondo, Jawa Timur itu juga mengakibatkan sebanyak delapan orang mengalami luka-luka.

Dampak gempa dirasakan hampir di seluruh wilayah Jatim. Sementara itu, sejauh ini dilaporkan sebanyak 25 rumah rusak di Kabupaten Sumenep.

Gempa yang juga dirasakan hingga Gianyar, Bali itu tidak berpotensi tsunami. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More