Label Musik Klasik Tertua di Dunia Gelar Konser di Forbidden City

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 11:00 WIB Internasional
Label Musik Klasik Tertua di Dunia Gelar Konser di Forbidden City

GREG BAKER / AFP

LABEL musik klasik tertua di dunia, Deutsche Grammophon, Rabu (10/10). merayakan ulang tahun mereka yang ke-120 dengan menggelar sebuah konser spesial di Forbidden City, Beijing, Tiongkok.

Istana yang pernah menjadi tahta kaisar Tiongkok itu terakhir kali menggelar konser musik klasik pada 2001. Kala itu, Three Tenors, yang terdiri dari Placido Domingo, Jose Carreras, dan mendiang Luciano Pavarotti, tampil di hadapan sekitar 30 ribu penonton.

Kini, di bawah langit dingin, Shanghai Symphony Orchestra yang dikonduktori Long Yu, membuka konser dengan memainkan lagu Enchanted Night yang diaransemeni oleh komposer Tiongkok Liu Tianhua.

Sekitar 1.200 penonton menonton konser yang juga menampilkan komposisi Carmina Burana karya Carl Orff dan Second Piano Concerto karya Rachamninov.

Presiden Deutche Grammophon Clemens Trautmann mengatakan Forbidden City dipilih karena nilai sejarahnya.

"Salah satu hal yang menarik bagi saya adalah teks Latin yang ditulis oleh Pendeta Bavaria (yang menjadi dasar bagi Carmina Burana) muncul pertama kali di saat yang sama Forbidden City dibangun pada abad ke-13," ujar Trautmann.

"Selain itu, Deutsche Grammpphon selalu menjadi label berpandangan internasional dengan artis yang sangat beragam. Kami ingin dialog lintas budaya itu terjadi di sini," imbuhnya. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More