Paus Fransiskus Sebut Aborsi Sama dengan Menyewa Pembunuh Bayaran

Penulis: Antara Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 10:00 WIB Internasional
Paus Fransiskus Sebut Aborsi Sama dengan Menyewa Pembunuh Bayaran

wikipedia

PAUS Fransiskus, Rabu (10/10), menyamakan aksi menggugurkan kandungan (aborsi) dengan menyewa pembunuh bayaran untuk menghilangkan orang yang bermasalah.

Aborsi menjadi pertempuran sengit politik di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, tempat banyak kalangan kolot mengharapkan Mahkamah Agung membatalkan aturan bersejarah pada 1973, yang dikenal dengan Roe vs Wade, yang mengesahkan aborsi.

Fransiskus menyampaikan tanggapan terbukanya tentang pengguguran kandungan, dalam pidato di hadapan puluhan ribu orang yang berkumpul di alun-alun Santo Petrus untuk pertemuan umum mingguannya.

Paus mengecam aborsi karena memungkinkan penindasan kehidupan manusia di dalam rahim ibu atas nama melindungi hak yang lain.

"Bagaimana bisa tindakan menekan kehidupan orang yang tidak bersalah dan yang tidak berdaya, yang sedang tumbuh, menjadi pengobatan, beradab, atau bahkan sekedar manusiawi?" katanya.

"Saya bertanya kepada Anda, Apakah benar mengambil kehidupan manusia untuk memecahkan masalah? Apa yang kamu pikirkan? Apakah tepat? Apakah benar atau tidak?" katanya dalam pidato tanpa naskah.

Banyak orang di kerumunan itu berteriak, "Tidak."

"Apakah benar menyewa pembunuh bayaran untuk memecahkan masalah? Tidak bisa, tidak benar membunuh manusia, tidak peduli sekecil apapun dia, untuk memecahkan masalah. Itu seperti menyewa pembunuh bayaran untuk memecahkan masalah," imbuhnya.

Gereja Katolik Roma mengajarkan bahwa kehidupan dimulai pada saat pembuahan dan berakhir pada saat kematian alami. Gereja juga melarang bunuh diri berbantuan, tapi menyatakan keluarga atau penderita dapat memutuskan berhenti menggunakan alat bantu untuk membuat orang tetap hidup. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More