Sistem Layanan Baru Manajemen Gedung Berbasis Cloud

Penulis: Micom Pada: Rabu, 10 Okt 2018, 15:40 WIB Teknologi
Sistem Layanan Baru Manajemen Gedung Berbasis Cloud

Ist

PEMIMPIN pasar global dalam teknologi bangunan terkoneksi, Honeywell, memperkenalkan sistem layanan baru manajemen gedung berbasis cloud (awan) yang bisa mengatur pemeliharaan sehingga operasional gedung mencapai titik terbaik secara keseluruhan.

Perusahaan yang tercatat di New York Stock Exchange dengan kode saham HON (NYSE: HON) ini menilai pemilik gedung dan pengelola menginginkan hasil dan keuntungan dengan cepat.

Karena itu, mereka membutuhkan solusi yang dapat membantu menjalankan sistem operasional secara konsisten, sesuai dengan standar serta peraturan dan memenuhi kinerja operasional.

Presiden Direktur PT Honeywell Indonesia, Roy Kosasih, mengatakan, Outcome Based Services (OBS) merupakan layanan sistem baru yang menggabungkan otomatisasi canggih dan analisis data.

Outcome Based Services membantu mengindentifikasi kesalahan konfigurasi yang lebih cepat daripada sistem konvensional.

"OBS adalah portofolio terbaru Honeywell untuk layanan terhubung yang mencakup pengetahuan dan pengalaman domain Honeywell Building Solutions dan menggunakan konektivitas bangunan secara efektik untuk meningkatkan kinerja fasilitas, termasuk kenyamanan dan penggunaan energi keseluruhan," kata Roy di Jakarta, Rabu (10/10).

Roy mengungkapkan, OBS diluncurkan awal tahun ini dan khusus untuk Indonesia baru dua bulan terakhir ini diperkenalkan.

"Target kami adalah manajemen bandara udara dan bangunan yang membutuhkan pengawasan selama 24 jam," ujarnya.

OBS dapat memonitor seluruh aset gedung 24 jam dengan menggunakan data analitik. Sehingga dengan solusi ini dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, seperti fokus pada kenyamanan, memperbaiki penghematan energi, dan akurasi laporan kesalahan.

Dengan OBS, Honeywell memanfaatkan konektivitas internet untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh sebuah bangunan terhubung agar dapat memperoleh informasi yang bisa digunakan untuk meningkatkan kinerja usaha.

"Tanpa harus melakukan servis rutin yang banyak makan waktu dan biaya, Honeywell memberikan solusi fokus pada area yang akan mengoptimalkan efisiensi dan melacak kinerja secara real time," jelasnya.

Menurut dia, inti dari sitem terbaru ini adalah platform Honeywell Sentience IoT yang memiliki kemampuan teruji dalam mengelola big data secara aman dan tepat bagi semua solusi terhubung Honeywell yang menggunakan platform perangkat lunak dan ekosistem yang menyeluruh.

Sementara itu, District General Manager Honeywell Building Solutions, Yustinus Sigit, menjelaskan, OBS memberikan solusi di lima bidang utama, yakni real time analytics, dynamic tasking,  performance dhasbords and reports, lifecycle management, dan continues services improvement.

Real time analytics merupakan platform menganalisis data gedung secara real time sehingga bisa mengidentifikasi masalah lebih cepat.

"Real time juga meningkatkan kinerja dan efisiensi serta mengurangi waktu pemeliharaan," kata Sigit.

Sedangkan dynamic tasking merupakan data analisis yang membantu pemeliharaan tanpa harus melakukan inspeksi rutin sehingga fokus pada mengurangi risiko.

"Performance dhasbords and reports adalah sistem memudahkan pemantauan seluruh kegiatan opersional sesuai dengan perimeter yang ditentukan.

Akses data di cloud dapat dipisahkan sesuai akses yang diberikan," jelasnya.

Sementara lifecycle management terkait  dengan perlindungan yang maksimal untuk sistem teknologi informasi dari ancaman virus maupun kejahatan siber dan continues services improvement adalah sistem yang melakukan peninjauan secara sistematis untuk menghindari beragam masalah dan mengidentifikasi akar masalah kemudian memberikan solusi untuk masalah yang akan datang. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More