Kapolri Diminta Tetap Fokus Amankan Negara

Penulis: RO/Micom Pada: Rabu, 10 Okt 2018, 22:36 WIB Politik dan Hukum
Kapolri Diminta Tetap Fokus Amankan Negara

istimewa

ANGGOTA Komisi III Ahmad Sahroni meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk tetap fokus pada tugasnya untuk menciptakan keamanan ketertiban masyarakat dan tak terganggu dengan isu pengrusakan barang bukti seperti yang dihembuskan oleh sejumlah pihak.

Sahroni mengingatkan saat ini Kapolri mengemban tugas berat terkait keamanan negara. Paskapengamanan Asian Games, Asian Para Games dan Pertemuan IMF di Bali, Polri memiliki tugas berat pengamanan Pemilu Serentak 2019 mendatang.

“Kapolri harus tetap fokus bekerja mengamankan Indonesia, jangan terganggu fokusnya dengan berbagai isu yang muncul di media massa. Salah satu agenda terbesar yang akan dihadapi Indonesia adalah Pemilu serentak 2019 mendatang. Polri harus mampu mengamankan pesta demokrasi tersebut,” terang Sahroni, Rabu (10/10).  

Sahroni menambahkan, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mempertegas tak ada kaitannya Kapolri dalam berita acara pemeriksaan (BAP) pelaku suap impor daging Basuki Hariman seperti yang diungkapkan oleh Indonesia Leaks

“Terlebih Ketua KPK (KPK) Agus Rahardjo telah menegaskan tidak ada kaitannya atau tak disebutnya Jenderal Tito Karnavian dalam berita acara pemeriksaan (BAP) pelaku suap impor daging Basuki Hariman. Saya selaku anggota Komisi III DPR mengingatkan Kapolri untuk tetap fokus pada tugasnya mengamankan negara. Jangan terpecah konsentrasi akibat berbagai isu,” tegas politisi NasDem ini.   

Sahroni menambahkan, kembali beredarnya isu pengrusakan barang bukti tak membuat sinergitas antara Polri dan KPK yang saat ini telah terjalin baik menjadi rusak.

“Jangan sampai hubungan baik antara Polri dan KPK yang telah baik menjadi rusak karena adanya isu ini. Masing-masing pihak harus meyakini prosedur penyelidikan yang dilakukan oleh institusi lainnya telah dilakukan dengan baik,” pesan Sahroni.

Sebelumnya Ketua KPK meminta tulisan-tulisan yang beredar di media massa mengenai Kapolri perlu diklarifikasi. Ia menekankan, pembuktian keterlibatan Tito saat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya sulit apabila tak ada bukti dokumen. Sebagai gambaran Agus mencontohkan ketika mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin menyebutkan keterlibatan anggota DPR dalam berbagai kasus korupsi.


Di sisi lain, Agus yakin mencuatnya kasus ini tak mengganggu sinergi dan hubungan baik antara KPK dan Polri. Kedua lembaga tak tetap pada fokus pemberantasan korupsi dan tetap solid.

Pernyataan tegas juga disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto mengatakan hal tersebut merupakan isu lama yang telah selesai penyelidikannya. Hasil Pemeriksaan internal telah menyatakan pengrusakan barang bukti berupa catatan keuangan untuk menghindari adanya nama Jenderal Tito Karnavian tak terbukti. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More