Cabang Catur Lampaui Ekspektasi

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 05:30 WIB Olahraga
Cabang Catur Lampaui Ekspektasi

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

KONTINGEN Indonesia dari cabang catur menorehkan prestasi yang membanggakan pada multiajang Asian Para Games 2018. Para pecatur disabilitas Merah Putih berhasil memborong enam emas pada pertandingan final yang berlangsung di GOR Cempaka Putih, Jakarta, Senin (10/10).

Prestasi yang ditorehkan para pecatur tuan rumah telah sesuai ekspektasi dari target timnas catur di perhelatan APG kali ini. Sebelumnya, mereka hanya ditargetkan merebut empat medali emas sebagaimana yang dicanangkan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI).

Pecatur tuan rumah mendominasi di kategori standar perorangan VI-B1 putra dan beregu putra VI-B1 (buta total). Pecatur andalan Edy Suryanto merebut juara pada dua kategori tersebut.

"Keberhasilan ini merupakan kerja keras latihan selama ini. Saya senang dapat memberikan medali emas untuk kontingen Indonesia," tutur Edy seusai memastikan poin tertinggi 5 guna tampil sebagai juara.

Sebelumnya, sektor putri juga turut berjaya dengan menyumbangkan emas di nomor beregu putri, putri VI-B1 (buta total) dan PI (daksa) standar perorangan putri. Debi Ariesta jadi juara untuk kelas VI-B, sedangkan rekannya, Simanja Nasip Farta, memenangi kategori PI standar perorangan putri.

Debi juga berhasil mempersembahkan emas beregu bersama rekannya, Wilma Margaretha Sinaga.

"Lega dan bahagia sekali dapat merebut emas. Kemenangan ini untuk seluruh bangsa Indonesia," kata Deby.

Manajer Catur Indonesia Heri Isranto mengatakan pencapaian ini sesungguhnya sudah sesuai prediksi. Ia mengaku sejak awal sudah para pecatur asuhannya mampu melampaui target emas.

"Sejak awal saya yakin kita akan melampaui target emas. Ini buah latihan keras dan kebersamaan yang selalu kami tanamkan dalam persiapan," ujar Heri.

Dengan suskes mendulang enam emas kemarin, para pecatur Indonesia masih berpeluang menambah pundi-pundi medali emas bagi kontingen Merah Putih.

"Semoga kita kembali meraih medali emas karena kita juga kuat di catur cepat ini," pungkas Heri.

Emas dari atletik

Tim para atletik Indonesia menambah perbendaharaan emas di Asian Para Games 2018. Kali ini giliran Karisma Evi Tiarani yang mengumandangkan Indonesia Raya di Stadion Utama Gelora Bung Karno seusai tampil terbaik di nomor lari 100 meter perorangan putri kelas T42/T63 pada pertandingan yang berlangsung kemarin pagi.

Atlet yang karib disapa Evi tersebut tampil tercepat dalam waktu 14.98 detik, mengalahkan pesaing asal Jepang Maekawa Kaede yang meraih perak dalam waktu 16.89 dan Tozawa Tomomi di posisi ketiga dalam waktu 16,98. Ini merupakan medali ketiga yang diperoleh Evi di Asian Para Games.

Sebelumnya, ia juga menyumbangkan perak di lompat jauh T42-44/61-64 . Evi pun mengaku hasil ini sudah sesuai target.

"Sebetulnya, saya ingin meraih emas dua emas, tetapi apa boleh buat saya dapatnya satu emas dan satu perak. Tapi, hasil di 100 meter ini sudah sesuai target karena saya sudah berlatih giat sejak Januari, " ujar Evi seusai pertandingan.

Evi mengatakan prestasi-nya merebut emas dipersembahkan untuk keluarga dan teman-teman yang senantiasa mendukung Evi. Atas prestasi-nya, Evi berhak mengantongi bonus sebesar Rp2 miliar dari pemerintah. (R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More