Sinyal Positif Skuat Garuda

Penulis: Satria Sakti Utama satria Pada: Kamis, 11 Okt 2018, 07:40 WIB Sepak Bola
Sinyal Positif Skuat Garuda

ANTARA/SIGID KURNIAWAN

HASIL positif di dapat timnas Indonesia dalam laga uji coba jelang tampil di Piala AFF 2018. Di bawah arahan duet pelatih Bima Sakti dan Kurniawan Dwi Yulianto, tim 'Garuda' menang telak 3-0 atas Myanmar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, kemarin malam.

Itu menjadi kemenangan kedua skuat 'Garuda' di bawah duet pelatih jebolan PSSI Primavera itu. Sebelumnya, mereka juga menang tipis 1-0 atas Mauritius dalam laga uji coba 11 September lalu.

Hasil positif diraih berkat faktor kematangan bermain. Banyaknya pemain timnas U-23 yang membela Indonesia di Asian Games 2018 Agustus lalu berdampak pada kekompakan tim.

Indonesia mulai memimpin sejak menit ke-19 setelah sundulan Alberto Goncalves gagal dihentikan kiper Myanmar Saan Sat Naing. Setelah itu, pemain sayap Persebaya Surabaya Irfan Jaya memborong dua gol sisanya, yakni pada menit ke-25 dan ke-39.

"Semua pemain bisa menjalankan instruksi dari saya, dan gol-gol yang tercipta merupakan bagian dari latihan kami," kata Bima.

Bima mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya khususnya penampilan pemain belakang, Alfath Faathier. Debutan Madura United itu tampil cukup konsisten mengawal pertahanan sisi kiri Indonesia. Ia menggantikan Rezaldi Hehanusa yang disebut mengalami cedera tumit.

"Kita sudah punya kerangka tim, tinggal memantapkan saja untuk Piala AFF. Alfath menjadi prospek yang baik," tambah Bima.

Benahi tim

Hasil berbeda didapat timnas U-19 Indonesia yang juga melakoni laga uji coba menghadapi Arab Saudi di Stadion Wibawa Mukti Cikarang. 'Ga-ruda Nusantara', julukan timnas U-19 Indonesia, menyerah 1-2. Kekalahan itu menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi pelatih Indra Sjafri sebelum tim asuhannya berlaga di Piala Asia U-19 bulan ini.

Berbagai kelemahan masih diperlihatkan timnas U-19 Indonesia, dari bertahan, kemampuan menyerang yang lemah, transisi permainan yang kurang rapi, hingga serangan balik yang lambat.

Kekalahan dari Arab Saudi membuat Nurhidayat dan kolega belum sekali pun men-cetak kemenangan dalam tiga uji coba terakhir. Sebelumnya Indonesia U-19 ditahan imbang 2-2 Thailand dan takluk 0-3 dari Tiongkok dalam ajang PSSI Anniversary Cup U-19 2018 beberapa waktu lalu.

"Sepak bola itu dinamis. Sebelumnya kesalahan kita di bola-bola atas. Saat ini antisipasi tendangan luar kotak penalti. Kami juga melakukan kesalahan di lini belakang yang tidak perlu," kata Indra.

Laga Indonesia vs Arab Saudia berjalan terbuka sejak menit awal. Namun, tim tamu unggul lebih dahulu melalui tendangan keras Abdullah Alhamddan menit ke-37.

Sesaat sebelum turun minum, Indonesia menyamakan kedudukan melalui Saddil Ramdani, yang mencatatkan gol yang mirip, sebelum turun minum. Akan tetapi, perlawanan Indonesia akhirnya runtuh karena hukuman penalti. Alhamddan mencetak gol kedua seusai memaksimalkan eksekusi titik putih menit ke-67. Di sisa waktu, Indonesia U-19 gagal mengejar untuk menyamakan kedudukan dan skor 2-1 menjadi hasil akhir.

"Ini pertandingan yang kita ambil banyak manfaat karena mirip-mirip gayanya sama UEA dan Qatar. Untuk kita belajar menghadapi mereka," imbuh Indra. (R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More